Tampilkan postingan dengan label Muamalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muamalah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Memanggil Seseorang Dengan Nama Yang di Sukainya




Tidak sulit menarik hati orang lain, ada banyak amalan ringan pengikat hati yang diajarkan Rasulullah Shalallahualaihi wassalam. Satu dari sekian banyak amalan tersebut adalah memanggil seseorang dengan panggilan yang disukainya.

Memang agak remeh, tapi ketahuilah memanggil dengan panggilan terbaik dapat menarik hati orang lain, sebab tidak ada yang disukai seseorang selain dirinya sendiri. Sehingga ketika ada orang lain yang memanggilnya dengan nama kesayangannya dan terus memanggil dengan nama panggilan tersebut, maka dia akan merasa dihormati dan disayangi.

Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh Rasulallah Shalallahualaihi wassalam. Para Sahabat, bagaimanapun keadaannya selalu betah berada disisi Rasulallah Shalallahualaihi wassalam karena Rasulullah menghormati dan menyayangi mereka dengan cara memanggil mereka dengan nama yang disukai, bahkan dengan anak kecil sekalipun.

Diriwayatkan dari Anas Radhiallahuanhu, dia berkata: “Nabi Shalallahualaihi wassalam adalah orang yang paling baik akhlaqnya. Aku mempunyai seorang adik yang biasa dipanggil Abu Umair, suatu ketika Nabi datang dan menyapanya. “Wahai Abu Umair, apa yang terjadi dengan Nughair ?” (H.R Bukhori)

Nughair adalah burung kecil yang biasa diajaknya bermain. Ketika burung kecil itu mati, lantas Rasulullah menyapa Abu Umair untuk menghiburnya. Perlu diingat!!! Bahwa kunyah (dibaca: kun-yah) adalah panggilan yang diawali dengan Abu atau abie atau Ummu, menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauzy tidak mesti diberikan kepada orang yang sudah mempunyai anak saja. Karena pada hakikatnya kunyah digunakan untuk mengagungkan, memuliakan, dan menghormati orang yang dipanggil. Karena kunyah di Indonesia tidak begitu lazim, kita dapat menggantinya dengan julukan-julukan yang baik. Sebab, julukan-julukan yang jelek dapat membuat orang yang dijuluki berfikiran negative atas dirinya sendiri sehingga dapat membunuh karakternya atau yang lebih parah lagi yaitu terbentuknya Mental Block  dalam dirinya.

Selain itu, memberi julukan-julukan yang jelek dapat menjadikan seorang Mukmin menjadi munafiq menurut firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-Hujurat ayat 11:

Artinya: “Janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”

Sebenarnya ayat ini merupakan teguran dari Allah bagi Rasulallah Shalallahualaihi wassalam ketika beliau memanggil seorang sahabatnya dari Bani Salamah dengan nama yang tidak disukainya.
Abu Jubairah bin Adh-Dhahak bercerita, “Rasulullah datang menemui kami dan masing-masing dari kami mempunyai dua atau tiga nama. Lalu tiba-tiba Rasulullah Shalallahualaihi wassalam memanggil salah satu dari kami “Wahai fulan.” Maka orang-orangpun berkata “Cukup wahai Rasulullah, dia akan marah jika dipanggil demikian.” Maka turunlah ayai ini:

 “Dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan….”

Yang istimewa dalam pembahasan ini adalah yang tejadi saat Malaikat pencabut nyawa membawa jiwa seorang mukmin yang wangi. Rasulullah Shalallahualaihi wassalam bersabda: “Hingga tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu bertanya-tanya, “Milik siapakah ruh yang wangi ini?” para Malaikat yang membawanya menjawab, “Ini adalah ruh milik Fulan bin Fulan.” Dengan menyebutkan nama terbaik yang digunakan manusia untuk menyebutnya di Dunia. Adapun ruh yang buruk, malaikat yang membawanya mengatakan, “Ini adalah Fulan bin Fulan.” Dengan menyebutan nama terjelek yang digunakan manusia untuk menyebutnya didunia.” (H.R.Ahmad)

Malaikat saja mengamalkannya

Jangan dikira menggembirakan hati orang lain itu harus dengan memberikan sesuatu kepadanya, sebab memanggilnya dengan nama panggilan yang disayanginya sudah cukup ampuh untuk memikat hati dan menarik simpatinya, tentunya harus disertai dengan keikhlasan sepenuh hati agar dapat membekas lebih jauh kedalam lubuk hatinya...

Panggil aku dengan nama “Abie Sabiella”
Jazakumullah Khairan ya Habiby...

Sahabatmu,

Abie sabiella

Rabu, 15 November 2017

MENJADI PENG-INSPIRASI







Menjadi inspirasi bagi orang memang bukan hal yang mudah, karena kita harus memiliki sesuatu yang mampu menjadi bahan inspirasi orang lain.

Untuk menjadi seorang inspirator, Ia harus mahir dalam hal yang ia kerjakan, tak pernah merasa puas, selalu ingin berubah dan fokus dalam mengembangkan kepribadiannya, Ia mampu menumbuhkan kepedulian pada orang lain, ia mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu dalam hal terbaik, Ia memberikan contoh, dan berusaha menjadi teladan, Ia telah mengucapkannya ketika  orang lain masih berfikir.


Itu syarat menjadi peng-inspirasi, ketika itu semua biasa kita lakukan, justru kadang kita tidak tahu bagaimana untuk menjadi inspirasi bagi orang lain, padahal pada saat yang sama kita telah di jadikan bahan inspirasi orang lain di sekeliling kita.

Sekalipun kita hanya tahu hal-hal yang sederhana seperti membukakan pintu, membawakan tas, membantu orang tua yang hendak menyeberang jalan, menyuguhkan segelas air, tersenyum dan bersikap ramah pada orang  sekitar..., yaa hanya sebatas itu yang kita tahu dan kita lakukan, tapi kita lakukan dengan ikhlas, maka akan menjadi Inspirasi orang yang melihat kita.

Lebih sering tidak kita sadari saat kita terus berusaha memperbaiki diri sendiri, setiap saat, setiap hari, pada hakikatnya seantero dunia sedang menyaksikan sebuah inspirasi dari diri kita.

inspirasi tidak hanya sebatas pada teori dan kaidah baku, tapi perlu di dasari dari setiap apa yang kita aktifitaskan tidak lepas dari nilai – nilai ketulusan dan hukum alam (sunnatullah) pada setiap sendi sendi kehidupan.

Lihat, dan rasakan...
Jangan pernah bosan ataupun segan dalam memulai setiap jengkal kebajikan.

Berbuat baiklah kepada semua Mahluk ciptaan-Nya, sebanyak yang kau tahu dan mampu.

Karena engkau tidak pernah tahu, saat kau tertidur pulas, ada pahala yang terus mengalir, efek dari sebuah inspirasi yang sedang orang lain kerjakan, yang pernah kau pesonakan di suatu waktu.

Masyaa Allah...
Salsabila Naqiyyah
kuningan, 15 nov 2017
(Pusat karantina tahfidz Qur’an Nasional)

Rabu, 11 Oktober 2017

IA HANYA HAK PAKAI BUKAN HAK MILIK




Mungkin kau tak tau dimana rizkimu,
Tapi rizkimu tau dimana dirimu berada,
Dari lautan biru, di hamparan bumi atau mungkin di puncak gunung,
Dan Allah memerintahkannya menujumu…

Allah menjamin rizkimu, sejak 4 bulan 10 hari ketika engkau dalam kandungan ibumu…

Amatlah keliru bila bertawakkal dalam mengais rizki, dimaknai sebagai ending dari sebuah hasil kerja…

Karena bekerja adalah salah satu bagian dari ibadah, sementara rizki itu adalah urusanNya, yang telah DIA jamin untuk seluruh hamba-Nya, mau bekerja atau tak bekerja...


Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang telah dijaminNya,
Adalah sebuah kekeliruan berganda…

Manusia membanting tulang, demi angka, demi simpanan atau apalah namanya, seperti halnya gaji, yang mungkin, esok atau lusa akan ditinggal mati…


Mereka lupa bahwa hakekat rizki bukan apa yang tertulis dalam angka semata,
Namun sesungguhnya Rizki adalah apa yang telah dinikmatinya…

Rizki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendakNya…

Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa,
Tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya…


Ikhtiyar itu perbuatan, sebab …
Dan Rizki itu kejutan, gift dari Allah Jalla wa ala…

Dan jangan lupa,
Tiap hakekat rizki akan ditanya…
“Darimana dan untuk apa”…
Karena rizki adalah “hak pakai”, bukan hak penguasaan atau milik...


Yang halalnya di hisab…
Dan haramnya di adzab…


Maka, jangan kau iri pada rizki orang lain,
Bila kau iri pada rizkinya, kau juga harus iri pada takdir matinya…
Karena Allah membagi rizki, jodoh dan ajal hamba-Nya, yang mustahil bisa tertukar satu dan lainnya…


Jadi yakinlah,

Semua apapun yang terjadi adalah atas kehendak dan takaran-Nya,

Dan ridho atas pembagian-Nya, adalah sikap cerdas seorang hamba...

Semoga bermanfaat,

Baarakallaahu fiikum...

@bii