Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Aku,hanya ingin kau tahu






Ku t’lah miliki,
rasa indahnya perihku,
rasa hancurnya harapku,
kau lepas cintaku

Yang seakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku,hanya ingin kau tahu,
besarnya cintaku,
tingginya hayalku bersamamu

‘Tuk lalui,waktu yang tersisa kini,
di setiap hariku, di sisa akhir nafas hidupku

Walaupun semua,hanya ada dalam mimpiku,
hanya ada dalam anganku,
ku lewati itu..

 

Minggu, 11 Desember 2016

CERACAU RUMIT





Berulangkali  aku mencoba menulis tentangmu,
Menjadikanmu sebagai poros ide pada setiap bait yang kurangkai.
Namun rumit,
Sulit, dan
Menghimpit, Sakit…

Mungkin itulah sekian dari ketidak sempurnanaanku dalam dimensi kita…

Terkadang,
itu pula yang membuatku ingin selalu mengadu pada-Nya, untuk menghapus sedikit saja jarak yang tergores.

Atau setidaknya, memberiku kekuatan penuh untuk tetap berlari pada masa depan yang sama denganmu.

Karena sejujurnya aku enggan menjadi utara dan membiarkanmu menjadi selatan.
Lalu kita sama-sama kebingungan, menentukan arah dan titik untuk bertemu…

[wideNabie]

Jumat, 17 Januari 2014

Malam tanpa bulan...


Malam tlah tiba…
Ku rindukan bulan,
Namun mendung tebal menghadang
Bulan…
Aku sepi…
Aku sedih…
Aku sendiri…
Aku pandang sekali lagi ke langit,
Lagi - lagi kau tak hadir,
Aku akan bahagia jika malam ini kau ada…
Akan banyak cerita  untukku…
Akan bertabur cinta malam – malamku…

Bulan…,
Jujur, aku bingung adanya engkau,
Sungguh aku tak tau sebenarnya engkau itu siapa dalam hidupku…
Apakah engkau pahlawan yang aku harus selalu ku kenang jasamu…? Aku rasa tidak…

Apakah engkau seorang guru dalam kehidupanku yang tak perlu tanda jasa…? Mungkin yaaa…
Aku sungguh tak mengerti…
Aku tak tau sebenarnya engkau siapa…

Yang aku tahu, engkau ada di ruang paling dalam di relung hatiku…
Namun engkau tidak ada di kehidupanku…

Bulan…,
Cinta adalah kenyataan hati, yang akan terus ada selama kita meyakini…

Dan,
Untuk yang kesekian kalinya, malam ini lagi – lagi tanpamu…

Jakarta, 16 Jan 2014 dalam iringan banjir
Abie Sabiella


Rabu, 15 Mei 2013

Aku dan segelas kopi malam-ku





Taukah engkau,

aku masih seperti yang dulu,


Dulu…,

Ketika ku ikhlaskan hatiku tuk kau cintai…

Seperti itulah keadaanku, aku masih seperti yang dulu,

Sosok laki – laki yang meneguk kopi dengan air mata,

Di tengah malam yang dingin gulita…


Tapi,
Kini aku amat membenci rasa itu,

Sebuah kecemasan yang mulai menghuni kepala,

Kekhawatiran padamu-pada sebuah ketiadaan rengkuh lengan dan hadir wajahmu,

Jangan cintai aku…
Karena semua hanya kesia-siaan

Dan kita sudah tau bagaimana akhir dari sebuah episode rahasia ini...


Jalinan ini seperti pisau bermata dua,

Dari sisi mana kita pegang, akan membuat kita terluka…


Kita bukanlah sepasang remaja yang saling jatuh cinta,

Kita hanya sepasang tangan lemah yang sedang saling mengaitkan harapan,


Jadi,

walau se-erat apapun  kita mencoba tuk saling menggenggam,

Rasanya amat berat tuk mungkin di satukan...

Maka, Lupakan…!!!


Ketahuilah,

Rinduku hanya pada segelas kopi yang telah di dinginkan udara malam ini…


Tebet City, 15 Mei 2013
Abie's