Selasa, 29 November 2011

Dalam Teras Cinta... [Akhwat Sejati]


Di teras dari sebuah rumah yang mungil berkumpuk  mahluk Allah yang sedang asyi bercengkrama.

Di sana ada ummi cantiq, ada si abie yang ganteng, salsa yang cerdas kemudian si najwa yang agak sensitive dan zaid sang pangeran kecil nan tampan.

Di tengah sendau gurau kami, tiba – tiba di kejutkan oleh satu pertanyaan dari si sulung “ salsa “ Seorang gadis kecil kelas satu di sekolan lanjutan tingkat pertama yang telah hafal qur’an 10 juz itu bertanya pada sang Abie, “bie…, ceritakan padaku apa sich bie  akhwat sejati itu..?”
Sang Abie pun menoleh kearah si gadis kecil itu, tapi kemudian mengalihkan pandangannya ke arah si ummi, dengan maksud meminta si ummi tuk menjelaskannya, si ummi pun segera merespon  sambil tersenyum kemudian menjelaskan;

Salsa anakku ...

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya saja, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya,

Akhwat sejati pun bukan hanya dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya itu,

Terus seorang akhwat sejati bukan juga dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikannya itu,

Akhwat sejati pun bukan hanya dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Selain itu Akhwat sejati itu, bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara bahasanya itu,

Sejenak ummi terdiam sembari melihat ke arah putrinya

Terus apa lagi mi..? ”, sahut sang putrid,

Ketahuilah putriku ...

Selain itu Akhwat sejati itu, bukan hanya dilihat dari kecerdasan otaknya semata, namu dengan karunia otak yang cemerlang itu ia mampu berfikir tidak liberal namun tidal primitif,

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya,

Dan akhwat sejati juga bukan hanya dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda,

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur,

Dan ingatlah Bidadariku...
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Setelah itu sang anak kembali bertanya, “Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, mi..?”

Sang ummi memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarilah mereka..!” Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri – Istri Rosulullah Shalallahualaihi wassalam

Semoga bermanfaat,
Barakallahufikum…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar