Sabtu, 31 Desember 2011

OUTING AKHIR TAHUN - KU With RAMANI


Are you ready…!!!  

Teriak sang Instruktur kepada  para peserta Rafting dimana aku ada di salah satu perahu karet itu…

ini adalah kisah pengalaman keduaku bermain rafting atau arung jeram.

Setahun yang lalu aku berkesempatan untuk merasakan asyik dan serunya rafting di sebuah daerah di Sukabumi tepatnya di Citarik.


Kegiatan outing  ini sepertinya akan menjadi agenda tahunan di kantorku, maklumlah dengan jumlah staff  20 orang  lebih yang masih muda – muda jiwa petualangannya cukup lumayan tinggi . 

Kali ini kami mencoba provider Adventure yang lain yang kami anggap jauh lebih baik dalam artian paket yang kami ambil memang ada sedikit perbedaan di banding tahun yang lalu, selain Rafting, Paint Ball kami tambah satu lagi yakni Flaying fox.




Maka “Riam Jeram” adalah provider pilihan kami, di samping memang ber-BaseCamp di tepi sungai Citatih yang menjadi medan pengarungan kami kali ini, RJ memiliki tempat peristirahatan yang cukup nyaman dan sangat Asri di dukung juga dengan fasilitas lapangan bola yang memang kegilaan kami sama olah raga yang satu ini.

Tujuan kegiatan ini tidak lagi di samping untuk hiburan [refreshing ] dari penatnya dunia kerja selama  11 bulan yang lalu, acara ini bertujuan juga untuk  menambah keakraban diantara kami rekan-rekan kerja  di kantor.




Tepat hari H pagi-pagi sekali jam 03.00 wib kami serombongan berangkat dari jakarta menuju Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 115 km dengan menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam. 

Setengah ngantuk kami meluncur menuju sukabumi dengan  mengendarai  satu mobil ELF , satu kijang dan satu lagi avansa, dua jam kemudian kami sampai di daerah lido tepat di kumandangkannya adzan subuh, kamipun segera menepi di sebuah masjid di pinggiran jalan dan menunaikan sholat subuh.

Subhanallah…, setelah sholat subuh usai kami melanjutkan perjalanan ke pantai  Pelabuhan Ratu. Sapaan hangat sang mentari pagi menemani perjalanan kami menuju bibir pantai di tambah lagi alam pegunungan yang menghijau membuat perjalanan kami semakin menyenangkan.




Setelah menempuh perjalanan selama lebih-kurang 5 jam dari Jakarta, kami tiba di obyek wisata pantai yang berlokasi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pantai Pelabuhan Ratu, demikianlah masyarakat menamai tempat ini. Panorama keindahan langsung menyambut setiap pengunjung sejak awal memasuki areal pantai teluk yang amat termashur di dekade-dekade lalu.


Dalam beberapa tahun terakhir, kepopuleran Pantai Pelabuhan Ratu agak menurun terutama disebabkan terbukanya akses jalan ke obyek wisata pantai di daerah lainnnya, seperti ke Pantai Carita di Provinsi Banten.

Kemudahan menjangkau Pantai Carita dan tersediannya fasilitas wisata di sana menjadikan warga Jakarta dan wisatawan lain cenderung memilih Pantai Carita sebagai tujuan berliburnya bersama keluarga.

Jarak tempuh yang cukup panjang dari Jakarta dan kesulitan akses ke lokasi Pantai Pelabuhan Ratu ini, cukup menyulitkan wisatawan.



Namun demikian, keunikan dan keistimewaan Pantai Pelabuhan Ratu sesungguhnya tetap menjadi daya tarik yang tiada duanya bagi wisatawan. Keindahan panorama alam perairan pinggiran Laut Selatan itu.



Akhirnya kamipun tiba di bibir pantai yang sangat indah ini.
Apa coba yang pertama kali kamu lakukan setelah sampai di pantai…?

Taktertahankan lagi,  jiwa keNarsis-an kami pun segera menggelora menuju titik puncak kenarsis-an kami, photo – photo…, trus berenang menantang ombak laut yang sangat mengasyikan, dan selanjutnya segera kamipun menyalurkan hobby wajib kami yakni “Main Bola” pantai…

Jarum jam menunjukan pukul 11.00 wib, kami segera meninggalkan pantai menuju Basecamp di Resort Kampung Jeram sukabumi, karena kami check – in tepat jam 13.00 wib.

Tapi sebelum sampai di lokasi kami mampir sebuah Restoran Terkenal di kalangan artis Indonesia yakni Restoran Baraya, milik Ibu Hj. Encum yang Alhamdulillah jamaah haji yang bergabung dengan kami tahun ini.



Sampai di Basecamp kami langsung sholat dhuhur jamak qoshor dengan ashar. dan segera bersiap siap untuk kegiatan pertama yakni Paint ball.


Acesoris Paint ball segera kami kenakan, seperti baju loreng, mantel anti peluru dan gugle (helm pengaman), selanjutnya menuju areal pertempuran.


Rombongan kami di bagi menjadi 4 pasukan, yang mengambil medan tempur di areal perkebunan karet yang di tumbuhi rumpur ilalang yang cukup tinggi, sehingga lumayan cukup sulit untuk mengetahui keberadaan musuh, tapi permainan berlangsung sangat seru dan menegangkan, di antara teman – teman kami ada yang tertembak kepalanya, leher dan punggungnya, aku sendiri tertembak di bagian punggung cukup lumayang sakit dan memerah, padahan sudah pake baju lapis tiga…


Selesai sudah selanjutnya kami menuju Resort kampong jeram, Qadarullah hujan deras, setelah check – in, kami pun tak panik justru senang, segera kami lari kelapangan bola yang sejak tadi nganggur menunggu kami. Bola lagi – bola lagi…




Capek main bola ternyata bikin perut kami menjadi laper sangat…
Makanan telah siap, makan dech dengan baju masih basah – basahan, apalagi dalam perjalanan tadi ada teman yang beli pete’ menu favorite kami…, Waaaoww…mantaaaaaaab….!!!


Sampai menjelang mahgrib, kami segera mandi dan siap – siap sholat mahgrib + Isya jamak qoshor dan di lanjutkan  acara bakar ikan yang ikan – ikan itu kami beli saat di pelabuhan ratu tadi pagi di sebuah pelelangan ikan yang cukup besar di pantai itu.


Malam sudah larut kamipun tidur…




Tepat jam 03.00 pagi kami bangun dan mulai antri di kamar mandi tuk mandi dan siap – siap untuk sholat subuh  yang di lanjutkan dengan TAUSYIAH yang di sampaikan oleh Ust. Ibadurrahman tentang I’DAD dan keutamaan seorang muslim yang  KUAT. jadi ingat sebuah hadits Nabi Shalallahualaihi wassalam ;  

Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. HR. Muslim




Setelah sarapan pagi, kami main Flaying fox, dengan di mulai memanjat tangga dari bambu setinggi 16 meter menuju Start. Ada kejadian lucu dan menggelikan, setelah satu, dua, tiga orang sukses meluncur  ada satu orang teman kami namanya ust.


Fahmi, temen kita satu ini memang memiliki berat badang yang cukup lumayan di atas 80kg, sejak dari bawah sudah ragu, tapi kami support akhirnya mau menaiki tangga dan menuju pos peluncuran, setelah sampai di pos ternyata gak berani meluncur karena takut, kami yang di bawah berteriak – teriak untuk kasih semangat, tapi tak membuahkan hasil.

Setelah beberapa beberapa lama, mungkin ada sampai 15 menit tegang di atas, kamipun menghitung 3 kali, satu…, dua…, tiga…, goooo…..!!!, masih juga belum membuahkan  hasil, tetap diam terpaku tak bergerak sedikitpun.

Akhirnya setelah berfikir panjang, berhasil juga meluncur ke bawah.., padahal kalau saja tau nikmatnya bermain flaying fox, antum pasti ingin mengulangnya beberapa kali. 

Coba dech..., aku saja ngulang sampai dua kali, dan yang ke duanya aku berani merentangkan tanganku sambil berteriak waaaauuuuuwww…


Jam 08.00 pagi, kami siap – siap untuk mengikuti Rafting, kemudian bergegas mengganti kostum dengan kostum “siap basah-basahan”. Celana pendek di bawah lutut dan t-shirt menjadi pilihan terbanyak di antara kami.




 Dipilihnya Sungai Cicatih di daerah Sukabumi ini , selain pemandangan alamnya yang indah juga jeram-jeramnya sangat menantang untuk diarungi dan terjaminnya aliran air dari dua sumber yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Disana dapat dijumpai fauna yang hidup disepanjang sungai dan juga berbagai flora yang membuat keadaaan alamnya begitu mempesona.


Tingkat kesulitan Sungai Cicatih serta jeramnya sangatlah bervariasi, mulai dari tingkat kesulitan atau “grade I sampai grade IV”. Namun masih dalam kategori aman untuk diarungi sekalipun untuk pemula.  




Setelah sampai di starting point kita persiapkan helm, life jacket a.k.a. pelampung dan dayung masing- masing sebelum turun ke sungai ada pembagian tim dan pengarahan tentang bagaimana cara mendayung yang benar, pake helm, pelampung yang benar, dan briefing singkat kode'' saat nanti kita berada di perahu.


“tak perlu panik”
“dengarkan selalu perintah Instruktur”
“dayung maju…”, “dayung mundur”, “stop”
“ketika Booommm!!! duduklah bersandar sejajar boat sambil berpegangan pada tali”



Pada level pemula di perkenalkan 4 kode utama saat berada di perahu yaitu "Maju,Mundur,Stop & Boom!" Boom di gunakan saat perahu akan menghantam jeram yang cukup liar sehingga kita yang tadinya posisi duduk di bibir perahu untuk siaga mendayung di haruskan turun dan duduk bersama-sama di tengah perahu agar menjaga kita tidak terjatuh…

Begitulah kira-kira beberapa dari instruksi yang kami harus ingat. oh iya, satu boat terdiri dari 5 peserta dan 1 Instruktur yang berasal dari panitia (EO-nya).

setelah cukup dengan semua petunjuk, kamipun langsung menuju titik start. Dan aku berada di tim No 4. artinya boat aku urutan ke 4 dilepasnya, kami terdiri dari 5 boat di tambah 1 boat tim resceu dan 1 boat peserta lain yang terdiri dari sepasang suami istri dan 2 orang anaknya, berani yaa….



Deg-degan sich nggak, semangat plus penasaran ajah, karena ini kali kedua aku ber-rafting Cuma kali ini sungai yang kami arungi  lebih besar yang memiliki jerang yang  lumayan tinggi karena rafting kali ini tingkat kesulitannya di level III – IV , dan boat pun segera meluncur ke depan…!

Bissmillahi tawakaltu alallah la khaula walaquwwata ila billah…, terucap dari bibir-bibir kami.
Ada sekitar 20 jeram di sungai Cicatih ini,diantaranya jeram jontor, jeram blender, jeram roller coster , jeram kuku patah, jeram asmara jeram panjang dll.Masing'' nama jeram di namai sesuai dengan karakteristiknya,jeram blender cukup berbahaya bila kita terjatuh karena arus nya memutar masuk ke bawah seperti blender sehingga kita bisa terjebak seperti di blender dan sulit keluar dari jeram itu.



Setiap kali akan melewati jeram, instruktur akan mengingatkan kami, bahwa di depan ada jeram, contohnya saat kita mau melewati jeram “kuku patah” , kita di ingatkan oleh instruktur bahwa di jeram ini dulu ada rafter yang terjatuh hanyut karena tangannya berusaha meraih tambatan yang ada, sampai kukunya patah, maka di jeram ini di namakan jeram kuku patah, dan kami di minta untuk berhati – hati dan kompak saat melewatinya.



Begitu juga waktu melewati “jeram Asmara”, lagi – lagi sang Instruktur menceritakan ikhwal jeram ini, jadi saat dulu awal – awal pembukaan jalur arung jeram ini ada peserta rafting sepasang pengantin baru, dan pada saat melewati jeram ini mereka terjatuh dan hanyut, uniknya saat dari jatuh sampai hanyut mereka berpelukan sampai di ke bawah sungai yang akhirnya tertolong oleh tim Resceu, subhanallah yaa…J Romantis dan sebuah pengalaman tak terlupakan tentunya…



Dan masih banyak lagi jeram – jeram yang harus kami lalui dengan penuh konsentrasi dan kekompakan,
Ada kejadian yang sangat menegangkan yang menimpa boat aku yang hanya di awaki oleh 5 rafter yang mestinya 6 berikut instruktur, aku bersama kak eko dengan berat badan yang cukup sama seperti aku dan dua orang temenku adalah faisal dan irfan yang hany memiliki berat badan di bawah rata – rata, terlalu langsing kalau boleh di bilang dan mas budi Instruktur kami.

Berat badan ternyata punya pengaruh terhadap keseimbangan boat, jika 6 orang punya berat badan yang di atas 60kg rata – rata, maka jauh akan lebih stabil dalam sebuah pengarungan sungai yang cukup besar arusnya macam cicatih ini.



Berawal saat kami masuk ke jeram panjang, kenapa di sebut jeram panjang, karena sepanjang hampir 1km berupa jeram semua, sehingga para rafter di tuntut kompak dan konsentrasi, ketika salah satu jeram di lokasi jeram panjang kami lalui, sang Instruktur berteriak kiri…., yang artinya peserta yang ada di sebelah kanan harus pindah duduknya ke sebelah kiri, nah Irfan temen se boatku bergeser kekiri, namun ia lupa saat bergeser tidak berpegangan dengan tali yang ada di body boat, berbarengan dengan benturan ombak maka terjatuhlah irfan dengan posisi kepala di bawah dan terbawalah arus ia, aku meliat irfan sudah berjarak 15 meteran aku berteriak, “ terlentang faaaaan” maksudku supaya ia tidak tenggelam. Kami yakin di bawah sana ada teman – teman kami yang telah terlebih dulu melewati jeram dengan selamat dan juga di bawah juga ada tim rescue yang siap menolong irfan. 

Sejenak irfan kami lupakan karena ternyata boat ku terjebak di jeram panjang itu dan tidak bisa keluar karena terkunci oleh air yang datang dari atas kemudian terdorong arus balik dari bawah, karena di bawah boat-ku ada cekungan yang lumayan dalam, sehingga boatku untuk beberapa lama terombang – ambing di jeram itu, sangat mengerikan dan menegangkan, tapi aku berusaha untuk tenang, begitu juga kak eko faisal dan mas budi, kami berusaha menyeimbangkan boat, menunggu pertolongan dari baot yang lain di belakangku.



Akhirnya satu boat teman datang dan menolong…, boat ku di tarik 3 orang untuk bisa keluar dari jebakan jeram itu..

Alhamdulillah ala khuli haal…

Dan kami melanjutkan pengarungan hingga sampai tempat istirahat setelah kami menempuh jarak kurang lebih 9 km, dan masih tersisa jarak kurang lebih jarak 7km lagi.

Pengarungan di lanjutkan setelah kurang lebih istirahat dengan minum air kelapa muda, rasa capek dan tegang hilang sudah, dan kembali bersemangat merampungkan sisa jarak  tempuh yang totalnya 21 km sampai finish.

Singkat cerita kami berhasil menempuh jarak 21km dengan  menghabiskan waktu sekitar 3 jam, lebih cepat dari waktu yang di prediksikan, dan ini di karenakan arus sungai sangat deras akibat hujan semalam dan pagi harinya di daerah hulu sungai.



Jauhnya jarak tempuh tak terasa justru menjadi terasa sangat singkat, karena kami menikmatinya dengan senang,  di samping itu juga pemandangan yang kami lalui di sepanjang sungai sangat menakjubkan.
Ada sebuah kebanggaan dan kepuasan bathin setelah mencapai titik finish. Dan ada beberapa kesan dan sebuah pelajaran yang  dapat aku simpulkan dari kegiatan rafting  ini adalah :

- Rafting menguji kekompakan tim, menguji seberapa kita patuh dan menjalankan perintah Instruktur. karena ketika seorang Instruktur mengeluarkan perintah dan kita tidak mematuhinya, maka kemungkinan gagal (boat terbalik atau terbentur) akan semakin besar. sangat cocok untuk dipraktekkan di dunia kerja sehari-hari.

- Rafting melatih bertanggung jawab bukan hanya pada diri sendiri, tapi bertanggung jawab terhadap orang lain, coba saja saat melewati jeram dan di butuhkan tenaga yang kuat untuk mendayung agar selamat melewati jeram itu, maka tim harus bertanggung jawab menyelamatkan boat itu.

- Rafting cocok untuk sarana untuk mempersatukan atau kebersamaan, tanpa pandang jabatan. contoh, ketika antara bawahan dan atasan saling siram menggunakan air sungai (yang tak terlalu bersih itu), yang ada hanya tawa dan keriaan tanpa ada rasa marah dan dendam, padahal ada Ustad loch…

- Rafting itu benar-benar memompa adrenalin. Gak percaya…? Cobain ajah…

-  Rafting mendekatkan kita dengan alam, karena melihat sungai dengan alam sekitar yang begitu indah membuat rasanya sayang untuk merusak dengan membuang sampah dan sebagainya.

- last but not least, rafting itu seperti candu. pengen nyoba lagi,lagi dan lagi. *norak to the max!!! * :))
Demikian sobat cerita akhir tahun kami, smoga bermanfaat, atau paling tidak jadi langkah awal untuk nyobain kegiatan ini…

Sukabumi, 27 -28 Des 2011
@bie Sabiella



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar