Minggu, 04 Desember 2011

Karena Setiap Anak Istimewa [Taree Zameen Par ]

Film ini menceritakan tentang seorang anak bernama Ishaan Nandkishore Awasthi, anak yang didiagnosa mengidap disleksia berusia antara 8-9 tahun-an, namun keadaannya tidak dipahami oleh keluarganya apalagi lingkungannya. Sehingga dia harus berjuang sendirian dalam kesendiriannya, ketakutannya, kegagalannya, kebingungannya dan rasa depresinya.

Ishaan sama sekali tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung sehingga dia akhirnya juga mengalami kesulitan dalam akademiknya sehingga tidak naik kelas. Untuk mengalihkan dari ketidakmampuannya tersebut dia terkesan menjadi anak yang pemberontak. Sehingga keluarga dan lingkungannya mencapnya bodoh, tukang berkelahi dan pemberontak.

Ishaan pun kemudian dikirim ke asrama oleh ayahnya. Dan itu bagi Ishaan menjadi puncak ketakutannya dalam kesendirian. Jauh dari keluarganya terutama ibunya. Tapi untunglah di asrama ini dia kemudian dipertemukan dengan guru seni yang bernama Ram (diperankan oleh Amir Khan), yang mengerti keadaan dirinya.

Guru Ram mengenali Ishaan sebagai anak disleksia ketika melihat semua buku pelajaran milik Ishaan dimana terdapat banyak kesalahan yang semuanya itu merupakan pola anak yang disleksia.

Dia juga kemudian pergi ke rumah orang tua Isan untuk mencari tahu lebih banyak tentang Isan dan dia menemukan kelebihan Ishaan yang tidak dimiliki anak yang lain terutama di bidang lukisan dan imaginatifnya. Guru Ram berusaha menerangkan kepada ayah Isan tentang keadaan Isan namun ayahnya Isan belum bisa menerima kenyataan tersebut.

Dengan bantuan guru Ram, Isan kemudian belajar menulis, membaca dan berhitung. Dan Isan akhirnya BISA. Dan atas jasanya juga Isan diberi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya di bidang melukis. Lukisan Isan yang sangat luar biasa pun jadi juara di kompetisi melukis tersebut bahkan menjadi sampul buku tahunan sekolahnya.

Film ini sangat bagus. Menyentuh perasaan sehingga berbagai kejadian yang menimpa Ishaan benar-benar menguras air mata. Dari awal sampai akhir sangat bagus jalan ceritanya. Memberikan pengetahuan, wawasan kepada kita terutama guru dan orang tua tentang disleksia. Apalagi untuk orangtua anak berkebutuhan khusus sangat perlu menonton film ini. Dan juga para pendidik di sekolah umum perlu menonton film ini.



“TIAP ANAK SPESIAL”
—–**—–




Film ini  di putar berulang - ulang di kantorku beberapa thari erakhir ini, berhubung kerjaan kantor juga belum begitu sibuk.




Shoot lokasinya juga keren. pemandangan di sekitar asrama yang indah.



Adegan yang paling mengharukan itu ketika ishaan ditinggal keluarganya di asrama. Kemudian adegan ketika Ishaan memenangkan lomba gambar yang diadakan sekolah.




Adegan yang aku sukai lainnya: ketika Ishaan bereksperimen mengkolaborasikan beberapa warna menjadi warna baru untuk lukisannya, kemudian ketika Ishaan berkhayal dan bermain dalam imajinasinya. Seru!!!




Sebenarnya ishaan adalah anak yang sangat pintar, namun kecerdasannya terhalang karena kesulitannya dalam membaca dan menulis (disleksia). Ia hanya bisa menyerap ilmu secara vokal dan melalui imajinasi dan khayalannya. Melalui imajinasinya juga ia bisa melukis dengan begitu indah dan diluar kemampuan melukis bocah seusianya, menciptakan sebuah kapal rakitan yang bisa bergerak di atas air dengan benda benda bekas yang dikumpulkannya di tengah jalan. Ia juga senang mengamati dan memperhatikan fenomena alam dan kehidupan sosial di sekitarnya.


Ini adalah lukisan yang digambar oleh Guru Ram spesial untuk Ishaan




Sedikit tentang Dyslexia:



Disleksia (Inggris: dyslexia) adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.



Kata disleksia berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- (“kesulitan untuk”) dan λέξις lexis (“huruf” atau “leksikal”).

Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.



Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai Aleksia. Selain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditengarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya.



Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal.



Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar.

Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.



Ada dua tipe disleksia, yaitu developmental dyslexsia (bawaan sejak lahir) dan aquired dyslexsia (didapat karena gangguan atau perubahan cara otak kiri membaca). Developmental dyslexsia diderita sepanjang hidup pasien dan biasanya bersifat genetik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan disfungsi daerah abu-abu pada otak. Disfungsi tersebut berhubungan dengan perubahan konektivitas di area fonologis (membaca).




Beberapa tanda-tanda awal disleksia bawaan adalah telat berbicara, artikulasi tidak jelas dan terbalik-balik, kesulitan mempelajari bentuk dan bunyi huruf-huruf, bingung antara konsep ruang dan waktu, serta kesulitan mencerna instruksi verbal, cepat, dan berurutan. Pada usia sekolah, umumnya penderita disleksia dapat mengalami keuslitan menggabungkan huruf menjadi kata, kesulitan membaca, kesulitan memegang alat tulis dengan baik, dan kesulitan dalam menerima.[1]

Tokoh-tokoh terkenal yang diketahui mempunyai disfungsi disleksia adalah Albert Einstein, Tom Cruise, Orlando Bloom, Whoopi Goldberg, Lee Kuan Yew dan Vanessa Amorosi

 http://blog.unand.ac.id/ainicahayamata/2011/01/15/film-review-taree-zameen-par-%E2%98%85karena-setiap-anak-istimewa%E2%98%85/

http://www.youtube.com/watch?v=O-yTUXq3YtA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar