Rabu, 07 Desember 2011

Sudahkan Anda Berpoligami ?





Oleh : Fadhilatus Syaikh Saleh As-Suhaimi Hafizhahullah Ta’ala


Pertanyaan yang disertai tanda tangan:


“Bagaimana cara memberi pengertian kepada seorang istri jika aku ingin menikah yang kedua kali, namun dia tidak menerimanya dan berkata: kecuali jika kamu menceraikan aku atau setelah aku mati, atau kamu bersabar hingga saya menjadi tua, dan saya memiliki lima anak?”


Syaikh Saleh As-Suhaimi Hafizhahullah Ta’ala menjawab:


جزاك الله خيرا على هذا السؤال وعلى التوقيع يبدو أن التوقيع نابع من الإرهاب الذي يمارس عليك من قبلها


أقول –وفقني الله وإياك وجميع المسلمين- إن هذه الأفكار نابعة من تقليد الغرب مسألة منع التعدد والتي فرض في بعض بالبلاد الإسلامية فرضا فيجيزون اتخاذ الأصدقاء والصديقات ويحرمون التعدد هذا في بعض البلاد الإسلامية ناهيك عن بلاد الكفر والغرب فيجيز القانون عندهم اتخاذ صديقة لو تستصحب أية صديقة وتقبلها في الشارع العام ليس هناك من معترض عليك ,لكن أن تتزوج بالثانية فهذه عندهم جريمة نكراء لا تغتفر,


أقول: كل هذا ناتج من تبعيتنا للغرب, ومن تشبه بقوم فهو منهم فإذا وجدت في نفسك القدرة الجسدية والمادية والقدرة على العدل فحطم هذه الأغلال وتجاوز هذه العقبات وأحي هذه السنة


وأذكر أن شيخنا الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز رحمه الله تعالى إذا جاءه أحد من أوائل أسئلته بعد أن يسأل عن صحته ودينه وأموره, يسأله : هل أنت معدد, كم زوجة عندك؟


فإن قال: ما عندي إلا واحدة حثه على التعدد, وقال: إن الله بدأ بالتعدد فقال ((فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع )) إن وجدت في نفسك القدرة على العدل ويلوم الذين يخافون من التعدد .


ولما قال له أحد الإخوة يداعبه : يا شيخنا أنا موحد ,طبعا لا يقصد الموحد من التوحيد ,يقصد أنه ليس عنده إلا واحدة ,قال رحمه الله: هذا توحيد الخائفين –رحمة الله عليه وسائر علمائنا –


فيا إخوان إياكم والتبعية للإفرنج فإن هذا من تبعية الإفرنج ومن تبعية الغرب ,فعلى المسلم أن يكون متبعا لهدي النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم لا متبعا لتعليم الغرب


وليس إذن الزوجة شرطا في زواجك لكن كما قلت: يجب أن تراعي أمرا وهي قدرتك على تنفيذ الشروط وهي العدالة والقدرة الجسدية والمادية


أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن يوفقني وإياكم لما يحبه ويرضاه وصلى الله عليه وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه




“Jazakallahu khaer atas pertanyaan dan tanda tangan ini, nampaknya tanda tangan ini muncul disebabkan adanya teror yang sedang kamu hadapi dari istrimu.


Saya berkata –semoga Allah memberi taufik kepadaku, kepadamu dan seluruh kaum muslimin- bahwa sesungguhnya pemikiran ini muncul dari sikap ikut- ikutan terhadap barat, permasalahan tidak bolehnya berpoligami yang merupakan masalah yang dijadikan sebagai ketetapan disebagian negara islam, dimana mereka membolehkan mengambil pasangan lelaki dan wanita, lalu mereka mengharamkan poligami, ini terjadi di sebagian negara islam, terlebih lagi dinegara-negara kafir dan barat, undang-undang mereka membolehkan seorang lelaki mengambil pasangan wanita yang mana saja, lalu menciumnya di tengah jalan, tidak akan ada yang melarang kamu melakukannya. Namun kalau kamu menikah yang kedua, maka menurut mereka ini merupakan tindakan kejahatan besar.


Saya berkata: ini semua muncul disebabkan karena sikap ikut-ikutan kita kepada barat, dan siapa yang menyerupai satu kaum maka dia termasuk mereka. Jika engkau mendapati dirimu mampu baik dari sisi jasad maupun materi, dan mampu berbuat adil maka lepaskan belenggu-belenggu ini dan lewati setiap tantangan lalu hidupkan sunnah ini.


Saya mengingat Syaikh kami Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah Ta’ala jika ada seseorang datang kepada Beliau, diantara pertanya-pertanyaan yang Beliau ajukan pertama kali kepada orang tersebut setelah bertanya tentang kesehatan, agama, dan urusannya, Beliau bertanya: apakah engkau berpoligami? Berapa istrimu?. Jika dia menjawab: saya tidak memiliki istri kecuali satu ,maka Beliau menganjurkannya untuk berpoligami, dan mengatakan: Sesungguhnya Allah Memulai dengan poligami dalam firman-Nya:


((فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع ))


“Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.” (QS.An-Nisaa:3)


“Nikahilah wanita yang baik diantara kalian dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat.”


Hal itu jika engkau merasa punya kemampuan untuk berbuat adil, dan Beliau mencela orang-orang yang takut berpoligami.


Dan jika ada salah seorang ikhwan bergurau kepada Beliau: Wahai Syaikh kami, saya muwahhid (bertauhid), tentu maksudnya bukan mentauhidkan Allah Ta’ala, namun dia memaksudkan bahwa dia tidak memiliki istri kecuali satu, maka Beliau rahimahullah menjawab: ini tauhid-nya para penakut.-semoga Allah merahmati Beliau dan seluruh para ulama kita-.


Wahai ikhwan, hendaknya kalian menjauhi sikap ikut-ikutan terhadap bangsa Eropa, sebab ini merupakan sikap ikut- ikutan terhadap Eropa dan barat. Wajib bagi seorang muslim mengikuti bimbingan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam , bukan mengikuti barat.


Dan bukanlah izin dari istri (pertama) menjadi syarat untuk kamu berpoligami, namun seperti yang aku katakan: wajib bagimu memperhatikan satu perkara yaitu kemampuan kamu untuk menjalankan syarat- syaratnya yaitu berbuat adil dan memiliki kemampuan jasmani dan materi.


Aku memohon kepada Allah Yang Maha Mulia, Rabb pemilik Arasy yang Agung agar memberi taufik kepadaku dan kepada kalian kepada apa yang dicintai dan diridhai-Nya. Shalawat dan salam serta berkah tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
(Artikel ini dibaca sebanyak : 3378 kali)

http://www.salafybpp.com/muslimah/117-sudahkan-anda-berpoligami-.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar