Minggu, 29 Januari 2012

::: Sedangkan qona’ah itu tidak tampak di mata :::


Oleh :Rizqa Fadliani Yusuf


Berharap sebuah sosok yang ideal memang tak ada salahnya, bahkan mungkin menjadi hal yang sangat perlu untuk sebagian orang, tapi pada kenyataannya, realitas di lapangan akan membukakan mata dan hati kita bahwa untuk mendapatkan sosok ideal itu bukan suatu pekerjaan yang mudah, karena pencaharian kita itu untuk sebuah pencapaian tergapainya sosok itu akan kembali ke kita sendiri dengan bentuk sebuah pertanyaan, “ Apakah kita sudah menjadi sosok yang di anggap orang banyak ideal...???


Yang jelas,nggak usah Muluk-Muluk cari yang cantik, karena yang cantik seperti bintang di langit...

Mungkin dia mudah di temukan,bahkan di gelap malam,tapi sadarilah dia tak mudah di jangkau tangan....

Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan,tetapi sadarilah ketika siang dia kan menghilang...

Hakikinya, Istri sholihah dia lah yang qona’ah, yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah..

Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah,

Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu Hadiah...

Istri yang sholihah itu adalah yang Qonaah, yang siangnya berada di rumah, keluar rumah hanya bersma suaminya

Dia tahu bahan makanan tlah mengalami kenaikan harga, dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya...

Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah.dia lah yang qonaah..

Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah...

Dia lah yang qonaah,yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang di berikan suaminya kepadanya..

Dia akan merasa cukup atas apa yang ada,dan akan bersykur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan.


Rasulullah Shalallahualaihi wassalam bersabda: “Jangan kalian menikahi wanita karena kecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran. Dan janganlah kalian menikahi wanita karena kekayaan semata, boleh jadi kekayaannya itu akan menyebabkan kesombongan. Tetapi nikahilah wanita itu karena agamanya. Sesunggunya budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapi taat beragama adalah lebih baik (daripada wanita kaya dan cantik tapi tidak beragama).” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Wanita shalehah adalah wanita yang tahu hak dan kewajibannya sebagai istri, wanita yang membuat suami merasa aman ketika ditinggalkan karena bisa menjaga diri dan kehormatannya, wanita yang siap berkorban jiwa dan raga demi kebahagian bersama dunia dan akhirat, wanita yang setia mendampingi perjuangan suami dalam suka dan duka, tawa dan air mata, wanita yang mau menjadi ibu bagi mujahid dan mujahidah-Nya (jundullah), dan wanita yang mau dikoreksi, belajar dan diislah kalau khilaf.

Hadits Rasulullah Shalallahualaihi wassalam. “Tiga kunci kebahagiaan bagi seorang laki-laki, adalah ISTRI SHALEHAH yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu, KENDARAAN yang BAIK yang bisa mengantar kemana kamu pergi dan RUMAH yang DAMAI yang penuh kasih sayang.

 Tiga perkara yang membuatnya sengsara adalah;  istri yang tidak membuatmu bahagia jika dipandang dan tidak bisa menjaga lidahnya juga tidak membuatmu merasa aman jika kamu pergi karena tidak bisa menjaga kehormatan diri dan hartamu, Kendaraan rusak yang jika dipakai hanya membuatmu lelah namun jika ditinggalkan tidak bisa mengantarmu pergi dan Rumah yang sempit yang tidak kamu temukan kedamaian di dalamnya.

Di riwayat lain, beliau Shalallahualaihi wassalam bersabda: ”Akan lebih sempurna ketakwaan bagi seorang muslim, jika ia mempunyai seorang istri shalehah, jika diperintah suaminya dia patuh, jika dipandang membuat suaminya merasa senang, jika suaminya bersumpah membuatnya merasa adil, jika suaminya pergi ia akan menjaga dirinya dan harta suaminnya.”

INGAT...! “Barangsiapa menikahi wanita karena kehormatannya (jabatannya), maka Allah hanya akan menambahkan kehinaan. Barangsiapa yang menikahi wanita karena hartanya, maka Allah tidak akan menambah kecuali kefakirannya. Barangsiapa yang menikahi wanita karena nasabnya (kemuliaannya), maka Allah hanya akan menambahkan kerendahan. Dan barangsiapa yang menikahi wanita karena ingin menutupi (kehormatan) matanya, membentengi farjinya, dan mempererat tali silaturrahmi, maka Allah akan menambahkan barakah-Nya kepada (suami) dan istrinya (dalam kehidupan keluarganya).” (HR. Thabrani).

Wallahu musta’an...

Jkt, 20 September 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar