Jumat, 16 Maret 2012

Karena Hidup Adalah Anugerah...




”Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu beruntung.” (al-A’raf [7]: 69).

Seratus tahun yang lalu, pernahkah kita membayangkan hidup di dunia seperti sekarang ini? Pernahkah kita membayangkan memiliki tubuh seperti tubuh kita sekarang?

Pernahkah kita membayangkan memiliki wajah seperti wajah kita sekarang? Punya telinga yang bisa mendengar, punya mata yang bisa melihat, punya tangan yang bisa bergerak, punya kaki yang bisa menyangga?

Maka nikmat Robbmu yang manakah yang kau dustakan?

Inilah dia manusia, keinginannya lebih banyak dari bilangan umurnya yang ia miliki, coba lihat saja,
yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung...

Saat  musim kemarau merindukan musim hujan.
Ketika musim hujan merindukan musim kemarau...

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam...

Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah...

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom…
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…

Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan...

Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja...

Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh, dll…

Jika demikian kita tidak akan pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki, namun setelah dimiliki terasa tak indah lagi…

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?

“Semoga kita mampu menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas segala karunia yang telah Allah berikan…
Karena Allah Subhanahu wata’ala akan menambah nikmat-Nya untuk kita hamba – hambaNya yang pandai bersyukur.

lainsyakartum laaziidannakum walainkarfartum inna ‘adzaabii lasyadid” “jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah ni’mat-Ku padamu tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS 14:7).

Begitulah firman Allah kepada hamba-Nya. Ini menunjukkan bahwa betapa Allah menyayangi hamba yang pandai mensyukuri nik'mat dan ancaman kepada hamba-Nya yang kufur akan nikmat-Nya.

Sebuah ungkapan, “Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang begitu luas ini…? Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit. Namun bila daun kecil ini sampai menempel di kedua mata kita, maka tertutuplah bumi dan segala isinya…”

Begitu juga bila hati telah ditutupi oleh pikiran buruk, sekecil apapun ia, maka yang akan  nampak oleh kita adalah  keburukan di mana-mana. Termasuk bumi ini pun akan tampak buruk.

Maka, jangan menutupi mata kita, walaupun dengan daun sekecil apapun.
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negative sesedikitpun…!

Gemerlapnya dunia jangan sampai menutupi mata dan hati kita, sehingga kita mampu membuktikan syukur kita kepada Allah Subhanahu wata'ala, Namun apabila mata dan hati kita tertutup,
maka tertutuplah semua…

Syukuri apa
Ɣğ ada, karena hidup adalah anugerah…

Anugerah bagi  bagi jiwa-jiwa yang ikhlas…

Barakallahufiekum…

Jkt, 16032012

Abie sabiella

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar