Rabu, 31 Oktober 2012

DICARI SOSOK IDEAL





Perhatian.., Perhatian…



Di cari wanita untuk dijadikan istri dengan Kriteria sbb:

Sholeha-berkulit putih-berambut lurus...
hidung mancung-bibir tipis-bermata biru-cantik

memakai jilbab syar'i-memakai rok panjang-pendiem-orangnya sedikit manja-langsing/seksi-berat 47,3 kg (harus)-tinggi 163,2 cm (kudu)-pintar-kaya raya-tidak sombong- Seorang wahasiswi- Dan terakhir, mau dimadu 2-4 istri 

Jika antum menemukan kriteria diatas pada diri seorang wanita gak usah beritahu ana, karena pasti antum bohong :P (kidding)

Akhi wa ukhti hendaknya dalam berikhtiar menjemput jodoh tidak sibuk MENCARI sosok yang terbaik tapi berusahalah MENJADI baik.

Karena wanita yang baik hanya untuk laki- laki yang baik,begitupun sebaliknya. Itu janji Allah,



”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”( Qs. An Nur : 26)

 
 

Cantiq atau tampan tidaknya jodoh kita sudah di tentukan Allah subhanahu wata’ala, dan bagi Allah itu sangatlah mudah untuk menyematkan sebuah cinta  dan manyatukan hati para hambaNya.Terlalu banyak contoh sebagai bukti ke Maha Besaran Allah dengan segala kehendakNya, dimana banyak terjalin pasangan yang tidak sepadan jika di ukur dengan standar fisik semata, namaun mereka bersatu dalam sebuah pernikahan dan mereka hidup bahagia dan saling mencintai. Baik atau tidaknya jodoh kita, kembali pada diri kita masing – masing, jika kita baik, Allah menjanjikan pasangan buat kita pasangan yang baik pula, begitupun sebaliknya.


Yang terpenting adalah seberapa jauh kita mempersiapkan sebagai pribadi yang baik (shalih) sehingga kita pantas di pilih menjadi sosok terbaik oleh calon pasangan kita, bukan sibuk mencari sosok terbaik tapi kita lupa memantaskan diri kita untuk menjadi pendamping sosok pribadi yang baik itu.

To remember,
Akhlaq ourselves today, is a reflection of our future spouse ...



Jkt, 15 Dzulhijjah 1433 H


Abie Sabiella

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar