Senin, 03 Desember 2012

Abie Cinta Ummie karena Allah...



Senja  gelap menyelimuti kota tua ini, dan tak lama kemudian di susul datangnya sang malam.

Malam ini terasa sedikit berbeda dengan malam – malam sebelumnya.

Beberapa pekan terakhir ini, tingkat aktifitas yang cukup tinggi menuntut amunisi energy yang lumayan banyak yang akibatnya tensi keletihan menunjuk pada level puncaknya.


Tubuhpun terhempas di atas pembaringan yang telah usang akibat terlalu seringnya berkolaborasi dengan letih dan penatnya tubuh ini.


Sebelum mata ini terpejam, sedikit ada dialog pengantar tidur untuk pembuka mimpi yang akan terjadi saat mata ini terpejam, Insya Allah…

“ Umm…? Capek yaa… Sapa ku…

‘Iya bie…, maafkan ummie ya bie…

Aku melihat guratan – guratan nyata di wajahnya yang putih kemerahan itu pertanda letih yang teramat sangat.

“Nggak apa apa ummu…, hiburku…
 
“Abie tahu koq, beberapa pekan terakhir ini kamu capek banget…”

Lalu dia terbangun, dan mencoba duduk, namun tak lama kemudian butiran – butiran bening menetes dari kedua matanya yang agak sembab karena beberapa hari kurang istirahat…

Abie…, maafkan ummie yach…

Umm…, Abie mencintai ummie karena Allah…, Ummie gak usah khawatir, atau merasa bersalah…,


Abie tau koq, Ummie capek khan…?

Bie…?

“Iya umm…, jawabku…

“Ummie juga sayang Abie karena Allah…”

Sungguh kah…? Aku coba meyakinkan ucapannya itu.

Insya Allah abie…

Gerimis masih belum menunjukan mau mereda, malampun semakin larut, lelap segera hantarkan kami merenda mimpi penuh harapan, Insya Allah…

Kota tua, 3 des 2012
Abie Sabiella

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar