Senin, 31 Desember 2012

Anda di Rumah & di Kantor...




Berangkat dari sebuah fenomena yang di alami para istri, dimana seiring dengan berumurnya sebuah perkawinan,yang semakin hari bukannya bertambah harmonis, justru rasa hambar yang kian hari kian menebali dinding – dinding perasa jiwa.

Untukmu duhai para laki – laki perkasa, para ayah yang super sibuk, para Abie yang padat akan jadwal aktifitasnya dan para hamba Allah pengemban amanah berat ini… 

Boleh saja anda di kantor mempunyai ribuan staff yang bisa anda suruh kapan saja sesuka anda,Tapi di rumah, anda tidak boleh melakukan hal itu, karena orang - orang rumah adalah elemen pembentuk anda saat ini, yang tidak boleh anda perlakukan sebagaimana staff anda di kantor.

Boleh saja anda di kantor sebagai pucuk pimpinan, yang anda bisa melakukan apa saja terhadap bawahan anda atas kebijakan anda, tapi di rumah..., anda tidak bisa melakukannya, karena orang - orang rumah adalah bukan orang - orang yang menerima gaji dari anda, bahkan pemberian anda terhadap mereka Allah pahalai dengan pahala yang paling mulia untuk anda.

Boleh saja di kantor saat ini anda sebagai pimpinan yang di "segani", yang semua orang harus tunduk dan mendengarkan apa - apa yang anda katakan, tapi di rumah, anda tak segampang itu bisa melakukannya, karena anda justru harus mampu menjadi pendengar yang baik, pendengar bagi istri - istri anda dengan segala keluh kesahnya, pendengar bagi putra - putri anda akan celotehan dan rengekannya atau pendengar bagi ppara tetangga anda yang boleh jadi tidak terlalu berkenan dengan sikap anda selama ini.

Boleh saja anda saat ini di kantor sebagai orang yang paling di "hormati", dan anda mampu mendoktrin bawahan - bawahan anda sekehendak anda, dengan kata PERINTAH, tapi di rumah tidak bisa..., di rumah anda harus mengganti kata perintah itu dengan kata MINTA TOLONG, kenapa demikian..? karena sesungguhnya pekerjan di rumahpun adalah tugas - tugas anda, yang anda tinggalkan sejak pagi..., Istri statusnya hanya membantu anda, begitupun anak - anak, jadi bukan kata perintah buat mereka semua tapi kata "minta tolong".

Boleh saja anda di kantor sebagai sosok yang tak mudah di sentuh kebanyakan orang, tak semua orang bisa bertemu dan berbicara dengan anda, tapi di rumah..., anda harus mampu menjadi sosok sahabat yang baik untuk istri anda, teman yang baik untuk anak - anak anda dan menjadi figur tetangga yang baik untuk orang - orang di sekitar rumah anda.

Wahai yang merasa perkasa di kantor – kantor anda, sebuah renungan buat anda, dan untuk kita semua…

Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!

Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!

Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!

Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?!!

Apakah termasuk susah, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : "Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh" agar anda meraih 30 kebaikan?!!

Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!

Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!!

Apakah memberatkanmu, jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : "Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun".

Sesungguhnya, jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :"Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah".

Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya.

Ucapan baik adalah sedekah.
Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.
Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.
Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.
Berhubungan badan mendapatkan pahala.
[" Fiqh pergaulan suami istri " oleh Syeikh Mushtofa Al Adawi.]

Untuk para sahabat penggagas generasi peradaban...

Semoga Bermanfaat…

Jkt, 31 Desember 2012
Abie Sabiella


Nb : Jika di rumah anda saja, anda  tidah mampu bahagia, terus dimana anda akan bahagia...?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar