Jumat, 14 Desember 2012

Menikah Yuuu'...



Assalamualaikum Cin...?

Wa alaikumussalam Say...
Cinta ada dimana...?

Coba tebak ada dimana...

Di jalan yaa...,
Bukan...

Di kantor...?

Salah...

Dimana dong...

Di hati kamu...


Kata siapa cuma yang pacaran yang bisa lebay..?
Yang sudah halal pun juga bisa lebay loch, ni buktinya ;


Ummu...

Hari ini cerah banget ya umm..., padahal sejak tadi pagi mendung tebal dan gelap...

Tau gak kenapa...?
Karena ada angin kali' bie...
hmmm..., karena ada abie kali... he..he...

Salah...

Trus karena apa doong...

Karenaaa..., ada Matahari abie di sini...
Ach Abie bissa' ajah...

Tuch bener khan yang halal pun bisa lebay..? lebay plus gombal lagi...

Tapi lebaynya kan syar'i ya'..( xi xi.. emang ada ya' lebay yang syari? :p ).


Sahabatku..

Aku tidak ingin membahas tentang lebay atau tidaknya ungkapan seorang suami ataupun yang pacaran.

Tapi ijinkan aku memberikan gambaran tentang sebuah komitment tentang jalan menuju separuh agama alias menuju menikah.

Memang sich menuju nikah itu Tidak Cukup hanya bermodalkan CINTA.

Tidak cukup kata - kata cinta yang manis dan ungkapan - ungkapan kata sayang ataupun nikmatnya kebersamaan yang sudah halal, karena didalam pernikahan juga berisi segudang permasalahan hidup yang membutuhkan jawaban.

Misalkan, bagaimana saat beras habis, bagaimana saat uang belanja mepet dan mesti cari pinjaman, bagaimana agar dapur tetap mengebul, bagaimana agar tidak diusir pemilik kontrakan karena belum bayar sewa, bagaimana caranya agar tetep bisa ngeliwet dan kendil ora guling (jangan mikir buat anting2..hehe)..de el el-lah

Maka pantaslah jika banyak yang bilang: CALON SIH SUDAH ADA. TAPI MENIKAH ITU TAK HANYA MODAL CINTA. LEBIH DARI ITU, MENIKAH ITU TAK HANYA BUTUH KESIAPAN FINANCIAL, TAPI JUGA MENTAL DAN ILMU !
Hmmm..saya sepakat dan sangat2 setuju dengan pernyataan itu.

Namun JANGAN SAMPAI prinsip itu justru malah membelenggu diri kita sendiri sehingga TAKUT untuk menikah. Dengan alasan belum siap mental dan ilmu, padahal finansial sudah mampu.

Padahal, kalau mau jujur dan melihat realita di sekeliling kita nich, perhatikanlah, banyak saudara - saudara kita yang profesinya tukang becak, pemulung, pedagang asongan, tukang tambal ban, dan profesi - profesi lain yang notabene kita anggap (MAAF) golongan ekonomi bawah, mereka secara ilmu (baik ilmu agama atau pengetahuan) banyak yang tidak atau belum paham bahkan anda semua jauh lebih paham dari mereka. Namun lihatlah..mereka BERANI MENIKAH dan menghidupi keluarganya.

Kenapa..??

Karena mereka yakin bahwa rejeki itu sudah ketetapan yang pasti dari Allah, tetap akan diberikan kepada kita selama kita mau berusaha menjemputnya.

Bahkan janji Allah, bahwasannya Allah akan memberikan jaminan bagi yang mereka yang ingin menikah karena mengharap Ridho Allah...

Dalam kitab tafsir Imam Ibnu Katsir bahwa diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radiyallohu’anhu, ia berkata, “Carilah kecukupan rizki dengan menikah, karena Alloh ‘azza wa jalla berfirman, “Jika mereka miskin, Alloh akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya”, diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-Thabari”.

Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabari pula bahwa Ali bin Abi Thalhah – sebagaimana keterangan yang ia kutip dari Ibnu ‘Abbas radiyallohu’anhumaa - berkata, “Alloh Subhanahu wa Ta’alaa menyemangati manusia untuk menikah. Alloh memerintahkan nikah kepada orang-orang yang berstatus merdeka maupun hamba sahaya. Alloh berjanji kepada mereka akan memberikan kecukupan atau kemampuan untuk menikah

وَ أَنْكِحُوا الْأَيامى‏ مِنْكُمْ وَ الصَّالِحينَ مِنْ عِبادِكُمْ وَ إِمائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَراءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ   فَضْلِهِ وَ اللهُ واسِعٌ عَليمٌ

Dan kawinlah laki-laki dan perempuan yang janda di antara kamu, dan budak-budak laki-laki dan perempuan yang patut buat berkawin. Walaupun mereka miskin, namun Allah akan me­mampukan dengan kurniaNya karena  Allah itu adalah Maha Luas pemberianNya, lagi Maha Mengetahui (akan nasib dan kehendak hambaNya).[ An Nur : 32]


Kalau mereka berani menikah dan menghidupi keluarga, sedangkan kita bilang belum siap karena belum punya bekal mental dan ilmu yang cukup, bukankah itu artinya kita kalah dengan mereka? para tukang becak, pemulung, pedagang asongan...??? Maaf yach sobat jika engkau tersinggung..! ^.^

Semoga menjadi motivasi untukmu sobat..

Paling tidak mulai ada tumbuh keyakinan dalam hatimu untuk tidak ragu-ragu Menuju Separuh Agama !

Barakallahufiekum...

Jkt, 15 Desember 2012

Abie Sabiella

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar