Jumat, 21 Desember 2012

SAAT KAU RAPUH...




Don’t feel down…
Don,t feel sad…
Don,t feel alone…

Why…?
Because Allah is always with you. That' s enough...

Sahabat abie…,

Perjalanan hidup tak selalu mulus tanpa rintangan, tanpa cobaan, tanpa ujian, suatu ketika dalam episode hidup ini, mungkin kita sampai pada momen yang membuat kita begitu terpuruk, rapuh, lemah dan terasa sulit sekali untuk bangkit.

Sebuah kondisi di mana masalah tak henti – hentinya mendera, tanpa jeda, tanpa ada kesempatan dada kita untuk sedikit melega. Seakan tak terlihat celah sedikitpun untuk membebaskan diri dari permasalahan-permasalahan itu.

Sahabat abie…

Mungkin hari ini engkau sedang mengalaminya. Dan aku pun pernah mengalaminya begitu juga sahabat yang lain juga pernah mengalami hal yng tengah engkau alami saat ini, dan betapa masalah-masalah yang mendera itu begitu berkuasa menghancurkan idealisme kita, melumpuhkan harapan kita, melemahkan asa yang kita miliki satu – satunya.

Dan pada saat itu sempurna sudah kita terkena “pataharang_sindrome”. Sebuah sindrom yang amat berbahaya bagi makhluk yang bernama manusia.

Kita merasa lelah, tak kuat lagi bertahan meski sejenak. Seolah kita tak pernah belajar untuk optimis, bahkan lupa sama sekali atau mulai menganggap bahwa optimisme sekadar hal basi yang sama sekali tidak ada gunanya. Kita hidup tapi tanpa asa, beraktivitas tapi tanpa ruh, menjadi semacam robot yang melakukan semuanya secara mekanik tanpa makna.

Sahabat abie…

Namun sadarkah kita bahwa rapuh sejatinya tidaklah datang secara tiba-tiba. Ibarat sebuah bangunan, ia takkan ambruk begitu saja. Tetapi rapuh adalah proses yang terjadi secara halus dan terus menerus. Akumulasi dari berbagai persoalan yang tak kunjung menemukan jalan keluar adalah akar penyebab kerapuhan ini. Seperti sebuah bangunan ketika beban yang dipikul oleh bangunan itu sudah tidak mampu lagi dipertahankan, maka bangunan itu akan roboh. Mungkin sebagian orang akan mengira bahwa bangunan itu terlihat roboh secara tiba-tiba, tetapi sejatinya, bangunan itu sudah mulai roboh sejak awal pengeroposan dimulai. Ketidakadaannya  perawatan dan perbaikanlah yang membuatnya ia roboh.

Begitu pula, seseorang tidak mungkin tiba-tiba mengalami down, stress, tetapi hal itu terjadi secara pelan-pelan dan kian bertambah seiring bertambah lemahnya pondasi pertahanannya. Ketika permasalahan semakin menderanya bertubi-tubi, sementara pondasinya kian rapuh, maka stress tinggal menunggu waktu. Rapuh, sejatinya terjadi secara perlahan, sedikit demi sedikit. Yang diserang adalah pondasi utama, pondasi dari segala pondasi kita hidup di dunia ini. Pondasi yang mendasari segala tindakan kita. Pondasi yang dengannya kita memandang dunia, menghadapi kencangnya topan kehidupan dan hempasan badai cobaan. Ya, pondasi itu tidak lain  adalah Iman

Ketika iman mulai keropos, jika ia tidak segera mendapat perawatan atau perbaikan, maka jatuhnya pondasi hidup seseorang tinggalah menunggu waktu. Ia akan lebih rentan tertekan dan terkena depresi ketika menghadapi persoalan hidup. Ia boleh terlihat kaya raya, elok, rupawan, tersohor, tapi tanpa iman ia rapuh. Serapuh sarang laba-laba yang putus sekali hempas. Ibarat pohon, ia adalah pohon yang tak mampu bertahan meski oleh tiupan angin yang tak terlalu kencang.

Maka iman, mau tidak mau, harus dirawat, dijaga, di pertahankan  dan dijauhkan dari berbagai hal yang merusaknya. Jagalah iman, dengan menambah pengetahuan kita tentang-Nya. Jagalah iman dengan senantiasa memikirkan ciptaan dan ayat-ayat-Nya yang dihamparkan pada kita. Jagalah iman dengan memperbanyak amal kepada-Nya dengan cara-cara yang dituntunkan-Nya. Jagalah iman, dengan berkumpul dengan orang-orang yang dicintai-Nya. Jagalah iman dengan berbagai cara yang sangat mungkin kita mampu melakukan namun seringnya kita abaikan.

Karena sejatinya, masalah adalah pewarna kehidupan, membuat hidup lebih dinamis, lebih menarik, tentunya dengan pengelolaan yang benar. Masalah adalah wahana bagi Sang Khalik untuk menaikkan derajat hamba-Nya yang bertakwa. Lihatlah pohon alpukat, sesekali waktu sebelum musim buah, dedaunnya habis dimakan ulat. Boleh jadi, habisnya daun itu adalah masalah tersendiri bagi sang pohon. Proses fotosintesis dan produksi zat-zat makanannya boleh jadi terganggu, tetapi ia tidak mati. Namun, perhatikanlah beberapa waktu setelahnya. Pohon alpukat akan kembali menumbuhkan daunnya, dan bahkan mengeluarkan buahnya. Ulat-ulat itu hanya berfungsi memberikan shock terapi berupa stres ringan, yang akibatnya justru positif, yaitu memicu peningkatan produksi buah.

Sahabat abie…

Jangan takut akan beratnya ujian, kendatipun kita tak berharap itu, ketahuilah sahabat khabar gembira dari baginda Rasulullah shalallahualaihi wassalam;

Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Bukhari)

Maka begitulah bagi orang yang beriman. Masalah adalah motivasi bagi dirinya untuk semakin produktif dan meningkatkan kapasitas sebagai seorang hamba, memperdalam keilmuan tentang ad Dien (agama) adalah jalan untuk menguatkan kembali keimanan kita yang tengah rapuh.

Satu hal lagi sahabat, sesungguhnya adanya ujian bagi seorang hamba adalah adanya sinyal Allah yang mana Allah ingin mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, namun amal – amal kita tak cukup untuk mendukungnya sehingga dengan cobaan itulah jika kita mampu dan lulus ujian maka naiklah derajat kita.

Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Ath-Thabrani)

Sahabat abie…

Yakinlah sepenuhnya akan janji Allah bahwa “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya.” (Q.s. al-Baqarah [2]: 286).

Berdoalah, dengan ketulusan hatimu, Allah akan mengeluarkanmu dari berbagai masalah yang merundung hidupmu saat ini, Insya Allah…

Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari)

Salam sayang penuh kasih…

Jkt, 21122012
Abie sabiella

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar