Kamis, 10 Januari 2013

JANGAN pernah KENAL kata MENYERAH...!


Jangan Menyerah kawan, Ingat...! tidak ada alasan untuk menyerah.yakinlah bahwa kamu bisa dengan kerja keras dan doa, ketahuilah bahwa  Allah menyayangi orang-orang yang tak kenal putus asa dan bersabar…

 وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

 Artinya: Dan sesungguhnya ALLAH mencintai orang-orang yang bersabar. (Ali Imran:146)

Tak ada alasan menyerah dalam menggapai mimpi.
Putus asa ditengah jalan? itu bukan kamu kawan…
merasa tak sanggup dan menyerah? itu pun bukan kamu…
ingat bahwa mimpi itu akan tercapai dengan usaha keras. Jangan bilang “tak sanggup” jika kau belum selesai sampai akhir.  Gapailah mimpimu, jangan menyerah kawan..!


Wahai orang-orang yang bertawakal, yang tidak pernah bergantung kecuali hanya kepada ALLAH . Ketahuilah, bahwa ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa mencintai kalian. Dan itu ALLAH sendirilah yang mengatakan:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

 (Artinya: Sesungguhnya ALLAH mencintai orang-orang yang bertawakal -kepada-Nya-) (Ali Imran: 159)

Dan tak ada alasan menyerah dalam menghadapi masalah, bahkan masalah besar sekalipun. Allah tidak akan membebani manusia diluar kesanggupan Kita. ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Q.S. Al baqarah:286) ” .

sebesar apapun masalah kita, Allah pasti selalu ada dan jangan berhenti untuk berdoa kepada Allah “ Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya didunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-thabrani)”

Jangan Menyerah kawan, tidak ada alasan untuk menyerah.yakinlah bahwa kamu bisa dan mampu…
Jika kita pernah gagal, ini tidak bermakna kita akan gagal selama-lamanya. Persoalan yang penting bukanlah bagaimana kita akan gagal nanti, tetapi urgensinya adalah bagaimana kita akan mengendalikan dan berhadapan dengan kegagalan tersebut.

Allah Subhanahu wata’ala tidak pernah bersikap dzalim terhadap hamba Nya. Bahkan Dia Maha Adil dalam segala sesuatu. Sebaliknya manusialah yang mempunyai sifat ceroboh. Mereka selalu menghadapi Qadha dan Qadar Allah dengan rasa kesal dan tidak ridho, lebih-lebih lagi kalau yang menimpanya itu sesuatu yang pahit. Dia mengira kalau dia mendapat kesenangan itu membuktikan bahawa Allah reda ridho kepadanya. Sebagaimana dia mengira bahawa Allah benci kepadanya jika ia mendapat bencana.Inilah gambaran akal manusia yang sangat terbatas. Sedangkan Allah menafikan sekeras kerasnya anggapan yang salah dan keliru tersebut di dalam firman-Nya:

”Adapun manusia apabila Tuhannya mengUJInya lalu diMULIAkan-Nya dan diberi-Nya keSENANGan, maka dia berkata: "Tuhanku telah meMULIAkanku". ” Adapun bila Tuhannya mengUJInya lalu memBATASi RIZKInya maka dia berkata: "Tuhanku mengHINAkanku".(QS Al-Fajr: 15-16).

Anggapan manusia pada kedua-dua keadaan diatas adalah keliru. Sebenarnya kelapangan atau kesempitan rezeki atau nikmat – nikmat yang lain adalah ujian Allah terhadap hamba-Nya. Apakah mereka akan bersyukur atau kufur nikmat, apakah bersabar menghadapi cobaan atau malah bersikap tidak terima. Balasan untuk seseorang yang kelak akan diterimanya adalah sesuai dengan sikapnya menghadapi ujian-ujian diatas. Balasan bukan terletak pada apa yang diperoleh seseorang di dunia ini saat senang atau susah. Kesimpulannya, janganlah kita berputus asa.

Jadi bagaimanakah kita menghadapinya...?

Ingat kawan..,bahwasannya setiap ujian yang menimpa adalah untuk menuntun kita untuk menjadi yang lebih baik. Rasulullah Shalallahualaihi wassalam menjelaskan:

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Bagaimanapun keadaannya, dia tetap masih bisa meraih pahala yang banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.”
 (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Maka Sabar dan Syukur adalah dua hal yang harus di miliki setiap kita dalam waktu bersamaan.

Jangan pernah menyerah, bersemangatlah selalu, Man jadda, wa jada…, Man shobaro Zafiro…

Di hening malam syahdu,
Batavia City, 10/01/2013

abaZZaid

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar