Rabu, 02 Januari 2013

Prejudice...




“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujuraat [49]: 12)

Rasulullah Shalallahualaihi wassalam berikut ini: ”Aku peringatkan kepada kalian tentang prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling bohong, dan janganlah kalian berusaha untuk mendapatkan informasi tentang kejelekan dan mencari-cari kesalahan orang lain, jangan pula saling dengki, saling benci, saling memusuhi, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (H.R Bukhari, no (6064) dan Muslim, no (2563)

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda,
"Jauhilah oleh kalian zhann, karena zhann adalah sedusta-dusta ucapan." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

 Maksud sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan zhann (persangkaan) di sini adalah, "Keraguan yang ditanamkan kepadamu oleh seseorang tentang suatu hal, lalu kamu menganggapnya sebagai kebenaran dan memutuskan berdasarkan zhann itu. Dan dikatakan juga ia bermakna, "Jauhilah oleh kalian su'uzhan (prasangka buruk)."

Berprasangka boleh dan tidak dilarang, asalkan berprasangka yang baik-baik (Huznudzan ). Sehingga untuk mencari kebenaran dari prasangka itu tentunya kita harus mencari tahu dari sumber aslinya, jangan mudah terpancing perkataan orang lain atau media. Meskipun banyak sekarang yang mudah percaya media dari pada teman karibnya sendiri. Islam mengajarkan tabayun (cross-check langsung) dalam mencari kebenaran berita.

Oleh karena itu berbaik sangkalah engkau kepada orang, maka orang pun akan berbaik sangka kepadamu. Selayaknya pula orang yang mendengar suatu ucapan kemudian dia tidak paham maksudnya atau tidak bisa mencernanya, hendaknya dia jangan langsung berburuk sangka. Namun bertanya kepada yang bersangkutan (si pengucap); Apa sebenarnya maksud dari ucapan tersebut agar segalanya menjadi jelas.

Akibat Buruk Sangka

-          Buruk sangka terkadang akan mendatangkan berbagai akibat yang buruk, di antaranya yaitu: 

-         Permusuhan dan kebencian di antara sesama manusia. 
-        Terkadang akan menyeret kepada hal yang lebih buruk lagi yakni ghibah, namimah, dusta untuk tujuan menjatuhkan atau merugikan pihak lain. 
-         Putus hubungan, pemboikotan dan kebencian. 

Al-Imam Ibnu Hajar rahimahullah memandang bahwa su'uzhan terhadap sesama muslim termasuk kabair (dosa besar) yang tersembunyi. Beliau menyebutkan su'uzhan dalam urutan dosa besar yang ke tiga puluh satu, beliau mengatakan, "Dosa besar ini (su'uzhan) merupakan di antara hal yang wajib untuk diketahui oleh setiap mukallaf, supaya dapat mengobati ketergelincirannya. Karena siapa saja yang di dalamnya terdapat penyakit ini dia tidak akan dapat bertemu Allah subhanahu wata’ala dengan hati yang salim (selamat). Dosa besar ini celaannya lebih besar daripada celaan terhadap dosa zina, mencuri, minum khamr, dan semisal nya dari dosa-dosa yang dilakukan oleh badan. Ini disebabkan karena besarnya kerusakan yang ditimbulkan, serta akan memberikan dampak buruk yang berkesinambungan.

Macam-macam Su'uzhan

1.Su'uzhan kepada Allah subhanahu wata'ala
Su'uzhan kepada Allah subhanahu wata'ala lebih parah jika dibandingkan dengan putus asa dan pupus harapan (padahal dua-duanya dosa besar). Hal ini disebabkan su'udzan kepada Allah subhanahu wata'ala memuat putus asa dan putus harapan serta masih ada tambahan lagi, karena telah lancang terhadap Allah subhanahu wata'ala dengan sesuatu yang tidak layak dengan kemuliaan dan kemurahan-Nya. 

2. Su'uzhan terhadap Muslim
Ini pun termasuk dosa besar, disebabkan karena seseorang yang menghukumi orang lain hanya dengan zhann, maka akan digiring oleh syetan untuk merendahkan saudaranya itu, tidak memberikan hak-haknya serta enggan untuk memuliakan dan menghormatinya. 

Bahkan sebaliknya, akan banyak membicarakan kehormatan dan aibnya, padahal ini adalah sebuah kehancuran dan kebinasaan. Dan setiap orang yang selalu berburuk sangka kepada orang lain, mencari-cari aibnya maka ketahuilah bahwa dia adalah orang yang buruk batinnya. 

Zhann adalah tercela dalam seluruh perkara, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala, artinyaa

"Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran." (QS.Yunus:36)

 Diriwayatkan dari Sa'id bin al-Musayyib, dia berkata, "Sebagian saudaraku dari kalangan shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menulis untukku, "Hendaknya engkau letakkan urusan saudaramu pada kondisi yang terbaik selagi tidak tampak olehmu perkara yang mengalahkan (kebaikannya). Dan janganlah engkau menyangka kalimat yang keluar dari seorang muslim sebagai keburukan, sedangkan engkau mendapati kalimat tersebut memiliki kemungkinan (untuk dianggap sebagai) kebaikan.

Bahaya Su'uzhan
-          Dapat mendatangkan murka Allah subhanahu wata'ala.
-          Merupakan indikasi rusaknya niat dan buruknya kondisi batin.
-          Merupakan salah satu perangai orang munafiq.
-          Akan melahirkan permusuhan dan kebencian di antara manusia.
-          Merupakan penyebab jatuh dalam akibat yang buruk dan membuka perbuatan keji.
-          Mewariskan kehinaan dan kerendahan di hadapan Allah subhanahu wata'ala dan di hadapan manusia.
-          Salah satu petunjuk akan lemahnya iman.
-          Indikasi atas ketidakpercayaan terhadap diri sendiri.

 Sedangkan keraguan (syak) akan menimbulkan bahaya sebagai berikut:

-          Keraguan dapat melemahkan iman kepada Allah subhanahu wata'ala, malaikat, kitab, para nabi, hari Akhir, dan terhadap takdir baik dan buruk.

-          Akan masuk rasa was-was dalam hati sehingga tidak pernah merasakan ketetapan, kemantapan,dan keyakinan.

-          Ragu-ragu, bimbang dan was-was merupakan penyakit psikologis yang dapat menceraiberaikan kepercayaan atar elemen masyarakat.

-         Orang yang ragu-ragu tidak mampu untuk bersikap tegar di dalam segala kondisi. 

-          Syak (ragu-ragu) terhadap Allah subhanahu wata'ala adalah syirik akbar.

-          Ragu-ragu adalah lambang kelemahan iman dan kekuatan syetan.

-          Keraguan pemimpin terhadap yang dipimpin dapat menjadikan rusaknya mereka.

-          Mendiamkan keraguan dapat melahirkan tuduhan.

-          Ragu-ragu menyebabkan su'uzhan terhadap orang-orang terdekat.

Oleh karenanya wahai saudaraku! Hendaklah anda berbaik sangka kepada orang lain, jangan bersikap meragukan terhadap sesama muslim agar anda bisa mencintai mereka dan mereka mencintai anda. Dan jauhilah buruk sangka dan ragu terhadap orang lain, karena hal itu akan menimbulkan sikap saling menjauh, saling membelakangi, dan perpecahan. Merupakan hak seorang muslim atas muslim yang lain, apabila bertemu ia mengucapkan salam kepadanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi jika ada su'uzhan di dalam hati?


Sumber: Buku “Al-Amradh al Khafiyyah wal Aatsar al Jaliyyah,” Yahya Bin Musa al-Zahrani, Imam Masjid Jami Al-Kbair, di Tabuk KSA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar