Selasa, 26 Februari 2013

Kau jadi "tulang punggungku". Aku jadi "tulang rusukmu". AKU + KAU = KUA…





Tukeran coklat…? Gak Zamannya lagi, Mending kita tukeran tulang. Kau jadi "tulang punggungmu". Aku jadi "tulang rusukmu". AKU + KAU = KUA…

Akhir – akhir ini aku sering banget menemukan kalimat ini di dumay (dunia maya). Dan pertama kali aku baca potongan kalimat itu di status BB (Blackberry®) seorang teman yang ternyata selang beberapa bulan terbukti teman saya itu benar – benar tukar menukar tulangnya sebagaimana kalimat dalam ungkapan di atas.

Kalimat tersebut tidak hanya mengandung rima yang unik tapi aku anggap ungkapan ini cukup diplomatis yang sekaligus sebagai pernyataan sikap pertanda kematangan seseorang dalam hal penyempurnaan setengah Dien-nya.

Dan berdasarkan pengamatanku beberapa teman yang memposting kalimat ini mereka adalah yang notabene sosok  yang sudah cukup matang dalam hal usia maupun kesiapan mental ( khususnya para wanita) namun mereka belum bertemu dengan pasangan tulang rusuk mereka. Ada sebuah harapan besar pada mereka kiranya segera hadir orang – orang yang di harapkan mempunyai visi dan misi yang sama yang tidak lagi sibuk menanyakan hal – hal yang remeh seperti layaknya anak – anak usia belasan tahun, justru hal – hal yang prinsip yang sudah ter-visi-kan dan tinggal mengsingkronkan saja keduanya.
Lihat ungkapan – ungkapan mereka ; 

Kelak rindu ini tertunai, oleh engkau yang akan membersamaiku menjinakan hujan dan kemarau.

Suami adalah teman hidup seharga separuh agama. Ia yang akan menjadi Imam bagiku dan Ayah bagi anak-anakku. Ia yang kuharapkan akan menuntun langkah-langkahku di dunia demi kebaikan dunia-akhiratku. Ia yang kuharapkan akan menjadi pasangan sayap dalam mengarungi kehidupan sesuai dengan visi dan harapan bersama. Ia yang kuharapkan akan menjadi pelipur segala lara, penenang hati, pencerah segala kejumudan dan pemicu segala kestagnanan. Untuk fungsi, harapan, dan nilai yang setinggi ini aku memilih setia pada kesendirian. Atas nama keyakinan dan perasaan yang sangat mendalam padamu, aku memilih untuk menjaga cinta ini untukmu. Untukmu yang masih di sekat sana, entah siapa…

Seperti Balqis yang mendapat sepucuk surat dari Lelaki beriman (Sulaymaan) untuk Menyembah Allah Subhanahu wata’ala Mengajak pada kebenaran, Jalan yang mustaqiim untuk bersama-sama istiqomah. Begitu cemerlang dan mengangkasa ya hati Wanita jika diperlakukan begitu.
Ini hari sabtu, dan sudah hampir malam. Nah… nah… mulai deh status-status galau bermunculan. Sudah-sudah, syukuri saja kesendirian itu. :D

Mari memantaskan diri ya Sahabatku..
Istiqomahkan kami yaa Muhaimin yaa Mu'izz...

Setelah hampir setengah bulan malam-malam jelang tidur saya selalu hening, kini mulai lagi dengan konser berisik itu pemirsaaah. Dan lagu yang dinyanyikan kali ini adalah Bunga Seroja. Beri hamba kekuatan ya Allah. :D :D

Tak ada orang tua yang tak khawatir melihat anak Gadisnya yang semakin hari semakin berumur tapi tampak santai-santai saja melakoni hidup sebagai Single Fighter. Apalagi di kondisi semua teman-teman sebayanya, bahkan junior-juniornya yang sudah berkeluarga semua. 

Pak.. Bu.. Insha Allah, bukan tidak dipikirkan, apalagi tidak diinginkan, hanya sedang bersiap-siap menuju ke sana, pada saatnya, pada waktu dan kondisi kesiapan yang benar-benar tepat dan matang. :)


Dalam hidup ini kita sebenarnya membutuhkan beragam partner; partner religius, partner domestik, partner intelektual, partner spesialisasi, partner sosial, partner kerja, partner hobi, dll. Adalah mustahil untuk menemukan level kompetensi memuaskan dari setiap aspek partnership pada satu sosok yang akan kita jadikan partner legal kita dalam perspektif agama dan sosial. Solusi untuk berdamai dengan kecendrungan rasa tidak puas kita yang manusiawi adalah mungkin dengan memilih sosok yang kita rasa baik untuk menjadi partner religius dan domestik. Sisanya kita bisa saling mendukung untuk meng-upgrade level kompetensi masing-masing kita dari setiap aspek partnership tadi. Selain itu, mungkin juga dengan tetap menjaga relasi baik dan wajar dengan sosok-sosok yang kita merasa produktif dan progresif ketika berpartner dengan mereka dalam suatu aspek partikular dari berbagai macam partnership tadi. Jadi kalau mau cari pasangan yang sempurna, bersiaplah untuk perawan seumur hidup. :)

Menelusuri jengkal demi jengkal bumiNya. Barangkali di salah satu tempat yang kulewati adalah kota yang sedang menghidupi paru-parumu. Kamu yang masih di sekat sana. Entah siapa…

Barangkali salah satu alasan Tuhan dalam menggariskan keadaan yang membuat tidak yakin pada kemungkinan hasil ikhtiar kita adalah agar kita bisa memparipurnakan prosesnya dengan doa yang sungguh-sungguh. Dalam konstruksi pandangan hidupku, aku menghayati bahwa sesungguhnya tak pernah ada pencapaian signifikan dalam hidup tanpa kesungguhan ikhtiar dan doa. Terhadap beberapa hal, terkadang doa menjadi begitu determinan dan bahkan kerap memungkinkan sesuatu yang seperti mustahil bagi logika. Rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiina aw akhta'naa. Gariskan takdir baik dan penuh hikmah dari setiap ikhtiar dan doa kami.[nawang wulandari – malang]


Kutahu diriku lemah, Abang. Tapi bukan berarti pikiran dan akalku lemah. Kutahu tenagaku lemah, Abang. Tapi rasa ambisi positifku mampu mengalirkan energi dahsyat. Kutahu aku bukan wanita sempurna, tapi aku bersyukur karena aku berusaha menjadi wanita pilihan.

Sebelum batas umurku habis,
Aku selalu ingin meninggalkan suatu kenangan. Yang aku, anakku, suamiku dan semuanya akan mengingat tentangku.
Sebelum pancainderaku melemah,
Aku selalu berambisi menyulam asa menjadi cita nyata. Yang kehidupan akan melahirkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi semua umat.


Sebelum rezekiku habis,
Aku selalu ingin beramal semampuku dan sekuat tenagaku. Yang aku kelak bertemu dengan Sang Khalik dengan wajah bercahaya.
Sayang, sudah pahamkah kau tentang diriku.
Ya inilah aku. Sosok wanita lemah tapi santun menutur. Kuhimpun diriku dalam tiap bait syair. Ntah kau mengerti atau tidak. Tapi inilah diriku.


Kekecewaan itu pasti ada.
Kesedihan itu juga ada. Kebahagiaan itu pasti ada. Kesenangan itu juga ada. Karena semua sudah bagian dari kehidupan, abang. Janganlah kau ragu untuk menjalankannya. Kalau semua tak ada berarti diri telah mati.
 
Bait syair teruntuk kekasih masa depanku yang kuukir sebelum usiaku membeku.[evi andriani – Medan]

Saatnya menatap lurus kedepan,
yakinlah bahwa skenario-NYA adalah skenario terbaik..!
karena DIA adalah sutradara terbaik...!
Hanya satu tujuan, yaah..hanya satu saja...
Maka, tetaplah pada tujuan itu...


Tetaplah...
Karena,…inilah Jalanku..! Hadza sabiliy...Inilah Jalanku

melewati bilangan hari yang teramat berat..
hati yang teramat sangat lelah..
bila waktuku telah tiba..
hatiku yang bicara..
aku slalu cinta.. :’)


keluarga itu madrasah peradaban islam...
1 suami 4 istri dgn 40 jundi2 kecil amanah ALLAH (1 istri=10 anak)
MasyaALLAH...ga kebayang, rameeenyaaaa :)))

*efek mudzakarah bab Ta'adud, yey..yey..yey..ummahat pada banyak yang pasang muka manyun...pasrah tapi tak rela...:))*

kamu tahu rain,

“Cinta itu cuma ilusi…cinta tercipta atas dasar ketakutan manusia menghadapi kehidupan, karenanya manusia kemudian membutuhkan cinta demi mendapat keberanian”

Dari awal aku selalu bilang sama kamu, bahwa mencintai itu sepaket dengan sakitnya”
"dan aku masih percaya bahwa cinta itu hanya candu yang melemahkan…

..........hening...........

debat dengan gerimis di waktu senja tentang CINTA ...

ku tak pernah berpinta,
Untuk menjadi tulang rusuk
atau bahkan mencurinya darimu....

Padamu,
Pemilik tulang rusuk yang hilang....
*yey..yey..yey..efek mudzakarah tentang tulang rusuk semalam*

meski aku tidak dapat membersamaimu di dunia, tapi aku ingin membersamaimu di syurga kelak...pernikahan di syurga...walinya adalah Rasulullah SAW..saksi-saksinya adalah malaikat-malaikat suci, tamunya adalah para penghuni syurga...pernikahan kita di syurga..our wedding in heaven....[wide Marini – Padang]

Pilihlah lelaki baik yang mampu menjadi imam untukmu dan ayah bagi anak-anakmu; bukan sekadar menjadi pasanganmu semata – semata.

Imam adalah seorang pemimpin, seorang yang memimpin, dan seorang yang mempunyai kewajiban lebih untuk melindungi, mendidik dan membimbing dengan baik kepada yang di pimpinnya. sedangkan Imam dalam keluarga adalah seorang yang mempunyai kewajiban untuk melindungi istri serta anak-anaknya.

tujuan yang tidak semata-mata hidup berdua dengan uang dan harta yang banyak, dengan cinta yang begitu melimpah dan dengan segala bentuk-bentuk materi yang akan di miliki untuk menjalani kehidupan. jauh dari tujuan itu ada hal yang justru sangat penting untuk menjadi sebuah pertimbangan untuk menjalani kehidupan rumah tangga, seorang suami yang Sholeh, suami yang mampu menjaga dan benar-benar mengajari tentang indahnya memiliki pasangan hidup yang senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

ada ribuan wanita yang menginginkan kehidupan seperti itu, seorang Imam yang gak ada di sampingnya saat adzan berkumandang, seorang yang bisa mengajaknya selalu ingat kepada-Mu Ya Allah.. Sang pencipta Langit dan Bumi beserta isinya.

Ya Allah Ya Rohman..
Pertemukanlah kami dengan jodoh yang engkau janjikan...
dekatkanlah kami dengan orang-orang yang mengerti...
Orang-orang yang mampu menunjukkan betapa indahnya hidup dengan Kehadiran-Mu...
menunjukkan betapa luar biasanya memiliki pasangan hidup yang selalu mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran…



Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah…


Ya Robb kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat. amin ...

Jkt, 26 Feb 2013
Abie Sabiella

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar