Senin, 04 Maret 2013

Boleh jadi anda beresiko terserang STROKE...!?





VIVAlife - Studi terbaru menunjukkan bahwa melakukan aktivitas aerobik dan diet sehat dapat menurunkan risiko terserang stroke. Tapi hati-hati dengan diet Anda. Ada beberapa makanan yang mungkin tampak tidak berbahaya, ternyata justru meningkatkan risiko stroke.

Gaya hidup sehat tetap penting. Selain olahraga teratur dan check up rutin, Anda dapat mengurangi risiko serangan stroke dengan menghindari lima makanan berikut, seperti dikutip weeklysauce.com:

Biskuit, keripik, pastry, dan makanan yang dipanggangBanyak makanan olahan yang mengandung lemak trans, biasanya ditemukan di dalam minyak yang terhidrogenasi yang digunakan agar makanan tersebut tahan lama.

Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan membandingkan sekelompok wanita yang mengonsumsi tujuh gram lemak trans per hari dengan kelompok yang hanya mengkonsumsi lemak trans sebanyak satu gram. Lemak trans terbukti memblokir aliran darah ke otak, meningkatkan peradangan, dan meningkatkan kadar protein C-reaktif, dan meningkatkan risiko stroke.

Waspada, minyak terhidrogenasi juga tersembunyi di kentang goreng, makanan beku, makanan ringan olahan, microwave popcorn, campuran kue, whipped cream, dan salad dressing. Baca label dengan teliti sebelum membeli!

Daging asap dan daging yang telah diprosesAnda pasti tahu bahwa mengonsumsi sodium yang berlebihan akan sangat berbahaya bagi tubuh Anda. Burger atau sandwich yang berisi daging sapi mengandung lebih dari sekadar garam yang memiliki konsentrasi yang tinggi garam.

Natrium nitrat dan nitrit memang membantu memproses daging olahan tersebut, namun juga dapat merusak pembuluh darah Anda hingga mengeras dan menyempit. Coba batasi diri mengonsumsi daging asap atau daging olahan. Lebih baik pilih daging tuna dengan minyak zaitun serta hummus, selai kacang, buah-buahan atau tahu untuk isian burger atau sandwich Anda.

Diet sodaAnda masih dapat memuaskan dahaga Anda sekaligus meminimalisir kalori tanpa meningkatkan risiko stroke. Mereka yang mengonsumsi soda bersama makanan harian memiliki risiko stroke 60 persen lebih besar. Risiko terkena serangan jantung, dan penyakit koroner lainnya juga jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang menenggak minuman bersoda.

Daging merahBerdasar studi di Swedia, wanita yang rutin mengonsumsi daging merah memiliki risiko mengalami stroke atau penyakit jantung sebesar 50 persen. Hemoglobin dengan jumlah tinggi yang terdapat pada daging merah dapat mengentalkan darah dan meningkatkan risiko stroke. Coba ganti konsumsi daging merah dengan tuna atau sayur-sayuran, ikan halibut, ayam, salmon. 
Sup kalengan dan makanan kemasan Asupan natrium harian Anda tidak boleh melebihi 1.500 mg per hari. Satu kaleng sup mi ayam memiliki lebih dari 1.100 mg natrium. Coba Anda bayangkan, asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan salah satu pemicu utama stroke. 
Anda memiliki risiko mengalami stroke sebanyak dua kali lipat jika Anda tidak menjaga asupan natrium harian yang wajar seperti anjuran. Pastikan untuk memeriksa konten natrium di label makanan dan membatasi jumlah baking soda, baking powder, monosodium glutamat (MSG), fosfat dinatrium, dan natrium alginat dalam diet. Coba lebih sering memasak makanan sendiri menggunakan bahan-bahan yang organis, segar dan bernilai gizi tinggi.

5 Langkah untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Pedoman kolesterol terbaru merekomendasikan Anda untuk menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL) menjadi 70 mg/dl atau kurang bila Anda merokok, sudah berusia 45 tahun (pria) atau 55 (wanita), memiliki hipertensi atau diabetes, dan faktor risiko lain. 


Bagi sebagian besar orang, tingkat LDL yang disarankan adalah tidak melebihi 100 mg/dl. Tingkat LDL tinggi merupakan faktor risiko penyakit berbahaya seperti stroke dan penyakit jantung, dua penyebab utama kematian.

Ketika kadar kolesterol Anda tinggi, dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol (statin dan sejenisnya). Obat-obatan penurun kolesterol seperti itu meskipun diperlukan dalam jangka pendek tetapi sebaiknya bukan merupakan pilihan utama Anda dalam jangka panjang. Kadar kolesterol umumnya dapat dikelola secara alami dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik. Terapkan 5 langkah berikut untuk menurunkan tingkat kolesterol jahat di tubuh Anda:

1. Hindari makanan penyebab kolesterol tinggi
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menghindari makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh Anda, yaitu:

Lemak jenuh. Lemak jenuh banyak terdapat pada daging hewan. Batasi atau berhentilah mengonsumsi daging. Bila Anda mengonsumsi daging sapi atau kambing, hindari potongan lemaknya (gajih). Saat mengonsumsi daging ayam, buang kulit dan lemaknya.

Lemak trans. Lemak trans adalah lemak yang dibuat dengan memanaskan minyak nabati cair di dalam gas hidrogen dan katalis tertentu, pada proses yang disebut hidrogenasi. Proses ini membuat minyak lebih stabil dan awet (tidak mudah tengik), dan mengubah bentuknya menjadi padat sehingga memudahkan transportasi. Minyak trans juga tahan terhadap pemanasan berulang sehingga lebih ideal untuk menggoreng makanan cepat saji. Tidak mengherankan bila minyak trans menjadi andalan di restoran dan industri makanan kemasan. http://www.news-medical.net/health/What-is-Trans-Fat-(Indonesian).aspx

Namun, lemak trans lebih buruk daripada lemak jenuh dalam menaikkan kolesterol jahat. Bahkan sejumlah kecil lemak trans di dalam makanan dapat merugikan kesehatan. Untuk setiap tambahan 2 persen kalori harian lemak trans, risiko penyakit jantung koroner meningkat sebesar 23 persen. Satu porsi sedang kentang goreng mengandung sekitar 5 gram lemak trans, cukup untuk melipatduakan risiko Anda terkena penyakit jantung. Tidak ada jumlah konsumsi yang aman untuk lemak trans sehingga hindarilah semaksimal mungkin. Anda harus benar-benar membaca label makanan dan memastikan bahwa Anda tidak menelan lemak ini.

Makanan berkolesterol. Di masa lalu para dokter biasa menyarankan pasien penyakit jantung untuk menghindari semua makanan berkolesterol tinggi. Namun, sebenarnya kolesterol pada makanan tidak seberbahaya lemak jenuh dan lemak trans. Penelitian atas efek buruk makanan berkolesterol tidak menghasilkan kesimpulan bulat– yang tidak mengejutkan karena setiap orang memiliki kerentanan yang berbeda-beda. Namun, jika Anda ingin secara tegas mengurangi risiko Anda, sebaiknya Anda mengurangi makanan tinggi kolesterol seperti kuning telur, telur puyuh, kerang, hati, dan jeroan.

2. Perbanyak makanan penurun kolesterol
Tidak semua minyak sama. Bila minyak yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans menaikkan kolesterol jahat, minyak lain seperti minyak zaitun, minyak kelapa virgin dan minyak ikan dapat menurunkannya. Makanan lain seperti teh hijau, alpukat, buah delima, dll juga dapat memiliki efek yang sama. (Lihat: 15 Makanan yang Menurunkan Kadar Kolesterol).

Selain itu, Anda juga bisa mengambil suplemen alami. Ekstrak bawang putih adalah suplemen populer yang telah banyak diteliti sebagai penurun kolesterol. Selain memakan bawang putih sebagai bagian dari diet Anda, Anda dapat mengambil suplemen bawang putih untuk mempercepat penurunan kolesterol. Superfood seperti klorela, spirulina, ganggang laut, juga mungkin membantu.

3. Tingkatkan olahraga
Manfaat olahraga bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi, tetapi hanya sedikit orang yang menggunakannya sebagai strategi penurun kolesterol. Padahal, khasiatnya jauh lebih kuat daripada obat resep apa pun. Latihan fisik selama 30 menit sehari telah terbukti menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Dengan melakukan latihan fisik secara teratur minimal 5 jam per minggu, Anda bisa secara dramatis mengurangi kadar kolesterol jahat.

4. Berhenti merokok.
Merokok merusak pembuluh darah, berkontribusi terhadap pengerasan pembuluh darah dan merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung, stroke dan penyakit degeneratif lainnya.

5. Praktikkan manajemen stres yang baik.
Sama seperti kolesterol, stres dalam jumlah tertentu adalah sehat. Bila berlebihan dan terus-menerus maka dampaknya buruk bagi kesehatan, termasuk meningkatkan produksi kolesterol jahat. Luangkanlah waktu untuk bersantai, melepaskan beban, dan bersenang-senang  untuk menjaga tingkat stres Anda di bawah kontrol.

http://majalahkesehatan.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar