Selasa, 21 Mei 2013

Membahagiakan Suami dengan Sebuah Kesederhaan Dalam Permintaan




Memenuhi nafkah keluarga memanglah menjadi kewajiban seorang suami. Betapa berat kehidupan diluar rumah lengkap dengan segala pernak pernik kesulitannya yang memang harus dialami oleh suami.Dan suami yang memang sebagai manusia yang tiada sempurna seringkali mereka bersinggungan dengan sebuah situasi yang kadang kurang menyenangkan. Hal tersebut menuntut mereka untuk menghabiskan energi, emosi atau pemikiran, bahkan kesabaran hati. dan kesemua itu adalah atas nama amanah dan tanggung jawab mereka kepada keluarga.

Namun sayangnya, tidak jarang dalam rangka pelaksanaan tanggung jawab tersebut, Terjadilah hal yang seringkali terlupakan oleh para wanita atau istri.Tuntutan seorang istri yang berlebihan tentang sesuatu, adalah menjadi cobaan terberat yang akan diterima oleh suami. Hal ini adalah cobaan yang mungkin akan terasa lebih berat bagi suami dari pada beban pekerjaan itu sendiri. 

Memanglah tidak salah meminta sesuatu, selama itu semua tidak berlebihan dan tidak ” mendholimi” para suami. Pernahkah terbayang oleh kita, betapa kadang mereka para suami direndahkan atau dilecehkan dengan kata kata kasar sebagai teguran dari pekerjaan mereka. Memanglah semua itu adalah resiko, tapi bukankah kita sebagai wanita diciptakan bukan hanya sebagai istri, namun juga pendamping. Pendamping adalah berarti mendampingi, melegakan, menyenangkan dan menyamankan suami. dan memanglah pekerjaan dirumah yang dilakukan oleh istri juga terkadang tidak kalah berat dan melelahkan. namun percayalah tidak akan ada kesia siaan dimata allah, atas semua usaha dan kebaikan yang kita lakukan, apalagi untuk kebahagiaan para suami.

Menjadi istri yang menyenangkan suami adalah sebuah karunia tersendiri bagi mereka, bahkan bidadaripun akan cemburu. Menenangkan dan menyenangkan suami lewat sebuah kesederhanaan dalam permintaan dan tuntutan, adalah cara ampuh yang dapat mendamaikan hati dan keluarga. 

Yakinlah, bahwa seorang suami yang baik akan selalu mencoba memenuhi dan menyenangkan para istrinya, pun tanpa istri mereka memintanya.dan mereka sebagai suami yang soleh insyaallah sudah lebih mengerti bagaimana cara memberi yang terbaik untuk istri dan keluarga, walaupun seringkali mereka terbentur sebuah ketidaksempurnaan dalam keadaan yang menyulitkan.[](syahidah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar