Jumat, 14 Juni 2013

Ketika harus benar - benar berpisah...



Hidup ini tak ada yang abadi,
Hatta  cinta sepasang anak manusia pun tak ada yang abadi…

Jika tiba - tiba hari - harimu sunyi dan kosong,
semua kau rasakan hampa dan membosankan,
ketahuilah bahwa aku pun menjalani hari - hariku persis seperti apa yang tengah kau rasakan,
sunyi dan kosong, semua terasa hampa dan membosankan…

Jika tanganmu menggapai, mencari pegangan untuk setiap kelelahan,
mencari jawaban atas setiap kebingungan,
 tanganku pun demikian adanya,
mencoba menggapai, mencari pegangan untuk setiap kelelahan dan berharap menemui jawaban atas setiap kebingungan ini…

Jika engkau menyesali saat pertemuan, dan berharap engkau tidak pernah bertemu denganku,
Maka, aku akan melupakan semua harapan untuk bertemu denganmu, dan menghapus semua rasa penyesalan yang ada...

Dan ketika hatimu menjadi sakit dan terbelah saat kaupergi semakin menjauh dariku,
Hatiku pun akan sakit dan terbelah seiring jauh langkahmu dari diriku.

Jika kenangan tentangku adalah sesuatu yang dapat engkau ingat,
maka aku akan mengingat segala sesuatu yang ada padamu…

Jika sepenggal demi sepenggal engkau menghapus kenangan itu, maka aku pun akan menghapus semua tentangmu sepenggal demi sepenggal.
Jika suatu hari nanti kita bertemu kembali, dan kamu mengajakku berkenalan layaknya orang asing,
aku akan memperkenalkan diriku padamu sebagai orang asing.

Jika saat perpisahan harus tiba, dan engkau belum mau mati, lalu mulai belajar mencintai orang yang mencintaimu,
Maka aku pun juga belum mau mati dan belajar mencintai orang yang mencintaiku.


Dan kita tidak akan pernah menemukan jawaban mengapa kita harus berpisah selain bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini…

Kau pergi bersama takdirmu,
Dan aku pun enyah mengikuti takdirku...

Jkt, 14 Juni 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar