Selasa, 29 Desember 2015

Aku & Sahabat Syurga



Garis senyummu masih terlukis di langit senja
Bening suara yang menyapa masih tertanam di dalam jiwa
Belai lembut jemari masih menggetarkan ego di dada
Tak mungkin lepas namamu dan terlupa...


Ku berlari bukan karena ku ingin jauh
Ku diam bukan karena tak mampu menjawab
Ku biarkan waktu mengalir agar kita tetap berfikir,


Tentang cinta,
Tentang cita, dan
Tentang kebenaran yang hakiki…


Maaf,
Aku hanya pandai berbicara,


Maaf,
Aku hanya piawai merangkai kata,


Bahkan problematika sederhana yang kau harap berjawab
Tak mampu aku ungkap...


Namun sobat,
Kebenaran akan tetap tersingkap,
Walau bukan aku yang mengungkap…


Bergulirnya waktu akan menjawabmu
Dengan syarat engkau tetap bersinar,
Engkau tetap berbinar…


Dan aku akan kembali bersandar,
Kembali dalam titik sadar,


Dimanakah bahumu duhai sahabat…

Sahabat…, engkau dimana…???

Bukankah engkau adalah sosok Yang Menghampiriku Ketika seluruh Dunia Menjauhiku ...

Karena Persahabatan itu seperti tangan dan mata,
Saat mata menangis tangan menghapusnya ...


Untukmu, sahabat Syurga…
Batavia city, 11 Dec 2015
~abie sabiella~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar