Jumat, 18 November 2011

•*´¨`*•.♥♥ Cinta dalam Diam Part 2 ♥♥.•*´¨`*•



Wahai yang ku cinta, ku rasa wajar adanya bila aku jatuh cinta. Bukan karena aku seorang pemuda tapi karena aku memiliki hati...

Wahai yang ku cinta, ku harap kau mendengar suara ku ini, kau tahu dan kau sungguh-sungguh tahu bahwa aku selalu diam dan membisu baik dalam marah maupun dalam cinta. Tapi engkau tidak tahu kenapa ?

Karena dalam diam terdapat kenyamanan, masa muda adalah masa paling rawan. Banyak godaan, dan setan tak pernah berhenti merayu dengan segala tipu. Maka ada baiknya aku diam, karena Nabi bersabda:

"Siapa yang diam niscaya dia selamat" (HR. At-Tirmidzy).

Adinda yang ku cinta, setan tidak henti dan tiadak lelah berusaha menjerumuskan manusia pada zina, maka baiknya kita renungkan hadits Nabi berikut:

"Berlama-lamalah diam, sesungguhnya diam itu mengusir setan" (HR. Ahmad)

wahai yang ku cinta, kini kau sudah fahamkah kenapa aku membisu dalam cinta ?
Dan bahkan aku tak pernah berucap cinta padamu ?
Ya karena diam adalah keselamatan dari perangkap setan. Sungguh aku tak ingin dekati zina.

Wahai yang ku cinta, bilakah aku berkata cinta padamu, sedang engkau tahu aku belum mampu menikahimu. Maka apa gunanya ?
Yang ada setan merayu kita untuk mendekati zina.
Na'udzubillah...

Adindaku cintaku bukan di lisan maka tak harus aku ucapkan.
Adinda cintaku bukan di mataku maka tak harus aku menatapmu.
Duhai adinda, cintaku bukan pada jemariku maka tak perlu ku sentuh engkau.

Duhai cinta, ku dengar gemercik hatimu bertanya, "maka dengan apa kamu mencintaiku ?"

wahai yang ku cinta, aku mencintaimu dengan kebenaran.
Aku mencintaimu dengan memuliakanmu.
Aku mencintaimu dengan menjaga kehormatanmu.

Aku tak peduli mereka berkata apa atas kebisuanku dalam cinta. Tapi aku tetap yakin inilah yang terbaik. Aku akan tetap rahasiakan hatiku.

Ingin ku jaga suci hatiku, dan suci dirimu dengan merahasiakan hatiku.

Mungkin aku bukan penjantan tangguh, yang lantang bicara di hadapan wanita bahwa aku cinta kamu. Padahal dia tak mampu menikah. Banyak janji dari balik kata cintanya tapi tidak bukti itu semua.



Adinda ketahuilah di balik cintaku terdapat bukti kesungguhanku. Di balik cintaku aku selalu menjanjikan kesetiaan. Dan sudah ku buktikan walau cinta belum ku ucapkan. Dan tentu engkau tahu itu.

Biarlah mereka bermadu kasih di luar janji suci dengan kehinaan dan menyia-nyiakan masa muda. Dan penyesalan di akhir cerita.

Adinda aku ingin kita mengukir kisah cinta dan bermadu kasih di bawah janji suci yang di ridhoi Allah.

Adinda yang ku cinta, ukirlah kisah yang manis saat ini. Guna kelak bila kita punya anak kisahmu dan kisahku bisa menjadi dongeng sebelum tidur bagi anak kita.

Bisuku dalam cinta, diamku, tunduknya pandanganku, maluku. Itu adalah bukti cintaku padamu.

Wahai engkau yang ku cinta, aku berpesan dengan nasihat untukmu dan untuk ku sendiri:

"Gunakanlah masa mudamu untuk masa tuamu, gunakanlah masa sehatmu untuk masa sakitmu dan gunakanlah masa lapangmu untuk masa sempitmu. Jika kau dapati pagi maka janganlah kau nanti malam"(HR. Muslim)



"Hiduplah di dunia ini seolah-olah dirimu adalah orang asing atau seorang musafir. Siapkanlah dirimu sebagai penghuni kubur". (HR. Ibnu Majah)

adinda karena aku yakin engkau adalah tulang rusukku...

Andai kita tak mampu bersama di dunia, maka aku menunggumu di Surga...


Hapuslah air matamu karena pahitnya sebuah perjuangan, dan senyumlah dengan membayangkan manisnya surga...

Wahai CINTA…….

Jangan kau Tanya seberapa besar rasa CINTAku padanya yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz!
Tetapi bertanyalah seberapa besar kuatnya HATIku untuk Mensucikan CINTA dan menantang PERADABAN Dunia di Akhir Zaman, bahwa izzah dan iffah kami haruslah tetap terjaga dihadapanNYA


Wallahu ta’alaa a’lam bish-shawwab.

Semoga bermanfa'at :)

Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Ameera Al-Intifadha 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar