Rabu, 16 November 2011

Jika hati sebening embun...jika hati seputih salju...


“Terlalu susah mendidik hati...
Saat dipuji hati menjadi sombong, ketika di hinakan ia dengki" 

Awalnya hanya debu kecil yang tak terlihat. Bangga dengan kemampuan diri, merasa diri lebih berbanding orang lain. Bahkan terkadang perasaan itu hadir tanpa mampu untuk dirasakan, hadir tanpa disadari.


Halus, jauh lebih halus dari pada sulaman sutera cina. Aromanya tidak busuk, tak mampu merasakannya, hanya ada aroma wangi. Wanginya akhlak diri membuat diri terlena. Seperti memakai baju yang baru dan sangat bagus. Terasa keindahan ada pada diri. Jika dikatakan “anda sungguh baik, kata-kata anda penuh hikmah”. Mulut menjawab “Alhamdulillah..segalanya hanyalah milik Allah..”namun hati mulai terlena.


Terbuai oleh pujian..bangga pun menyelinap dalam diri. Hati mulai merasa bangga dan yakin bahwa diri ini memang benar. Terasa diri begitu mulia dan bersih sehingga merasa diri tidak layak untuk membersihkan tempat yang kotor.


Jika ada orang yang berbuat dosa dan maksiat, mulut berkata”aku membencinya karena Allah”. Walau sesungguhnya hati memang tidak menyukai orang tersebut. Jika bertatap muka, senyum pun tidak dikeluarkan dengan alasan” aku membencinya karena allah”. Mulai lupa akan diri sebab akhlak telah pun dirasakan cukup mulia. Merasakan seakan wajah bersinar, dan pintu syurga telah dibuka, seakan merasa diri telah cukup bekal dan akan masuk syurga.

Diri telah mulia dengan ilmu yang ada di dada dan amal yang telah di amalkan, diri telah pun indah dengan dihiasi akhlak yang mulia serta pakaian yang cukup untuk dikatakan”soleh/solehah”.

Mata seakan merasa sakit jika melihat orang yang berpenampilan yang biasa-biasa saja. Diri pun seakan menunjuk-nunjuk siapa diri. Seakan berkata”tahukah anda..??seperti inilah seorang muslim/mulimah”(dengan bangga dan seakan membusungkan dada).

Lupa akan diri dan takdir IIlahi yang belum lagi diketahui...Boleh jadi...yang taat solat dan sujud kepada allah pada hari ini, boleh jadi suatu saat nanti menjadi orang yang lari dari allah. Orang yang ingkar pada allah pada hari ini, boleh jadi suatu saat nanti menjadi orang yang taat kepada ilahi.

Astaghfirullah wa atubbuh ilaih...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar