Selasa, 22 November 2011

Mimpi Seorang Evi Andriani

Ummu Khansa Shalihah

“Ini mimpiku, apa mimpimu?”
Kumulai menulisnya dengan ucapan “Bismillah...”

Adekku sayang, mimpimu sangatlah indah. “Kau menjemput aku di Bandara Soekarno Hatta dengan memakai jilbab rapi dan almamater ITB, kemudia aku mengajakmu ke kampus baruku, LIPIA”


Apakah engkau ingin mengetahui apa mimpi mba?
Ya, mimpi mba sangatlah sederhana tapi begitu kompleksnya.
Mba lebih suka mengatakannya impian, karena mimpi mensugesti kita untuk berkhayal sedangkan impian adalah sesuatu yang ingin kita wujudkan dan berusaha hendak di capai.

»► Mba punya impian, “menjadi orang tua terbaik untuk dunia dan akhirat.”
Makna ♥“orang tua”♥ sangatlah tersirat di dalamnya.
Orang tua bagi mba diartikan selain sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya, sebagai pendidik bagi murid-murid yang diajarnya juga menjadi sosok teladan dan mencerdaskan semua kehidupan masyarakat dengan akhlak yang baik dan memiliki nilan keimanan di dalam hatinya.

- Mba ingin menjadi seorang ibu yang terbaik dalam mendidik anak-anaknya menjadi generasi Qur’ani yang ceras dan bertaqwa.
Tentunya itu juga didukung bersama belahan jiwa yang selalu semangat mendukung visi dan misi dalam berumah tangga yang baik dan benar.


Mba ingin sekali membentuk anak-anak mba kelak menjadi seorang dokter yang handal ahli dibidang hematologi (kuliah spesialis di luar negeri dan mengadakan beberapa penelitian), seorang ustadz/ah yang siap memberikan pencerahan kepada semua insan, seorang ahli dibidang IT dan ahli di bidang astronomi. (kalai begini minimal harus punya anak 4 ya dek hehehe) dan semuanya mencintai Al-Qur’an, penghafal Al-Qur’an serta tidak pelit dalam ilmu dan harta karenanya mereka harus dididik dengan akhlak dan iman yang baik. Sikap kerendahan hati selalu tercermin dalam keseharian hidupnya.

- Mba ingin memajukan dunia literasi (kepenulisan) di Medan khususnya.
Berusaha mengajak PEMDA untuk ikut serta dalam memperhatikan masyarakatnya untuk cinta membaca dan menulis. Tentu saja ini tidak mudah, karena hal ini juga harus ada kerjasama dari kita semua yang gemar membaca dan menulis. Juga harus ada perhatian dari seluruh guru dan para orangtua betapa pentingnya budaya membaca itu. 

Jangan kita hanya pelajarannya saja yang terus bertambah banyak, tapi pembentukan budaya membaca, dan menuangkan apa yang mereka pahami itulah yang kurang sehingga kita melihat begitu banyak rakyat yang kurang cerdas padahal kita semua adalah makhluk istimewa yang cerdas. Pengayoman ini akan menghasilkan akhlak dan iman yang terbina.

- Mba ingin menjadi pemerhati di dunia kesehatan khususnya dibidang penyakit autoimun seperti LUPUS dan ITP.

- Mba ingin menjadi seorang dosen yang siap memberikan pengetahuan ilmu untuk masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Hal ini harus mba wujudkan karena ini adalah impian orangtua mba pada diri mba sendiri.

- Mba ingin menjadi seorang penulis yang handal tapi tetap memegang latar belakang kehidupan mba dibidang teknik.

Tidak mudah untuk istiqomah di bidang latar belakang kita ketika kita sudah senang di dunia sastra Indonesia, penyair, dll. Kebanyakan mereka yang senang di dunia tulis-menulis melupakan latar belakang siapa mereka sebelumnya. Inilah yang ingin mba buktikan. Sejujurnya emang susah dijalani saat bersamaan, saat mba fokus dibidang keteknikan, mba lemah di bidang sastra Indonesia, begitu juga sebaliknya.

Namun, di sini mba ga mau meninggalkan apa yang menjadi latar belakang kehidupan mba. Karena sangat disayangkan ilmu yang telah kita peroleh ditidurkan karena sebuah kesukaan kita di bidang sastra.

- Mba ingin kelak menjadi seorang trainer / pembicara baik dari segi motivasi maupun dakwah.

Subhanallah, panjang juga ya nih status, Lagi-lagi tanpa tersadar sudah tertuliskan. Cukup sekian ya adek sayang. Sebenarnya masih panjang lagi tapi nanti bosan bacanya hehehe. Tetap semangat selalu adekku. Gapai selalu mimpimu untuk selalu engkau raih menjadi sesuatu yang nyata.

Mba jadi teringat dan membaca kembali tulisan mba di eramuslim tentang :
— bersama Isky Kamil dan 46 lainnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar