Senin, 12 Desember 2011

membunuh rindu...

Secangkir kopi ku teguk perlahan, agak sedikit kental dan pahit, temani aku  malam menjelang larut ini.

Suara-suara alam hampir punah, kelam pun menerobos jauh ke dalam diri. 

Tak banyak yang ia tinggalkan selain sunyi, sepi dan senyap  ingatkan sosok yang slalu ku rindui.

Rindu itu pahit, serupa kopi ini, tapi aku harus terus meneguknya agar nyeri itu bisa sedikit hilang, sebuah ironi yang menyenangkan, mungkin juga romantic.

Aku mungkin naif selalu berusaha membunuh rindu ini dengan kafein. Berharap kepahitan dalam tiap tegukannya bisa membuat otakku sejenak berhenti. Mengambil jeda, agar kau tak selalu datang dan datang dalam ingatanku yang membuat malam-malam terasa begitu panjang dan begitu beku.

Tapi tahukah engkau…

Bahwa secangkir kopi ini bukan membuatku makin bisa melupakanmu, justru  membuatku selalu terkenang  dan terngiang.

Ia bukannya membuat semua cerita yang pernah ada hilang. Juga senyum dan binar matamu punah, mereka masih juga tinggal, terus menari dalam jiwaku.

Secangkir kopi ini, atau bahkan mungkin ratusan lainnya ternyata tetap tak mampu membunuh rindu ini. Karenanya, bolehkah kita berdamai untuk malam ini saja.

Tak bisakah kau tinggal sedikit lebih lama. berbincang sedikit lebih jauh. Setidaknya hingga beberapa menit kedepan, dan setelah itu silahkan kau pergi, tapi izinkan aku bermimpi…

Mampukan aku tuk membunuh rindu ini…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar