Jumat, 16 Desember 2011

Sahabat, dimanakah engkau...



 Saat ini aku merasakan sekali gak punya sahabat...

Apa pasalnya..., beberapa hari terakhir ujian begitu bertubi - tubi, yang mengharuskanku untuk lebih tegar dan sabar lagi dalam menapaki episode kehidupan ini...

Sahabat...
Sebuah sebutan terhormat untuk seseorang yang begitu dekat dengan kita. Dimana di dalamnya ada saling berbagi akan berbagai hal kehidupan yang mana dalam hubungan tersebut tercipta sebuah rasa saling percaya, saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya. 


Bahkan banyak yang mendefinisikan seperti di bawah ini :
  • Sahabat adalah seseorang yang selalu bisa menyejukkan hati kita.
  • Sahabat adalah seseorang yang ketika berbicara dapat menambah keimanan kita.
  • Sahabat adalah seseorang yang mampu menjaga kita dari kemaksiatan.
  • Sahabat adalah seseorang yang membuat kita rindu saat jauh dari kita.
Hal di atas adalah sebuah bentuk dari persahabatan yang ideal, yang akhirnya disebut sebagai “sahabat sejati”.


Karena tidak jarang di antara  kita ada yang terjebak  pada sebuah kenyataan hidup disadari ataupun tidak, pada satu sisi ada sahabat yang mampu menuntun dan membimbing kita pada keridaan Ilahi, tapi sebaliknya ada pula sahabat yang justru menjerumuskan kita pada lembah kesengsaraan dan kesesatan, mereka selalu ada dan mendekati kita ketika kita berada diatas dan memiliki segalanya, namun akan menjauh jika kita sudah terjatuh. 


Banyak teman di meja makan, tetapi di pintu penjara, di sana teman tiada…,
 

Yang kita temui saat ini adalah teman dan sahabat yang hanya mau jika kita ajak untuk aktifitas yang menyenangkan saja, kita akan menemui kesulitan untuk mengajak mereka berbuat yang sedikit membutuhkan pengorbanan baik tenaga dan pikiran yang mungkin tidak akan merasakan dampak kesenangan itu secara langsung dalam waktu dekat.


Pernah terbayang-kah dalam angan kita bagaimana sahabat-sahabat Rasullullah shalallahualaihi wassalam begitu beraninya dan mau berkorban demi keselamatan Rasulullah shalallahualaihi wassalam, dan rela menyerahkan harta dan nyawanya demi tegaknya ad-Dien al Islam dan demi Ridha Allah Subhanahu wata’ala.


Wajarlah mereka mendapatkan jaminan langsung dari Allah Subhanahu wata’ala :


Dan orang-orang yang terdahulu; yang mula-mula dari orang-orang “Muhajirin” dan “Ansar” (berhijrah dan memberi bantuan), dan orang-orang yang menurut (jejak langkah) mereka dengan kebaikan (iman dan taat), Allah reda kepada mereka dan mereka pula reda kepada Nya, serta Dia menyediakan untuk mereka syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan yang besar. (SQS. At-Taubah:100)

Adakah sahabat - sahabat  kita seperti para sahabat Nabi Shalallahualaihi wassalam...


Karakter kita akan tergantung pada bermacamnya perilaku dan sifat sahabat – sahabat  yang kita miliki, karena sedikit banyak pergaulan dalam kehidupan itu akan memberikan sebuah persepsi dan sikap kita terhadap sesuatu. Karenanya pilihlah kawan atau sahabat itu yang memberikan kontribusi terhadap pembentukan karakter kita menjadi karakter insan Shalih bukan Insan Tholeh…


Tapi…


Dimanakah Sahabatku kini…?!

Jkt, 16122011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar