Kamis, 23 Februari 2012

Akhirnya, kau membenciku...



Malam begitu sempurna, sejuk, bulan temaran sedikit tertutup awan tipis, satu harapan telah terkabulkan malam ini, untuk sebuah kebahagiaan...


Cukup hanya beberapa saat kau butuhkan waktu tuk membenciku, dan segalanya tlah berubah dengan waktu yang sangat singkat itu.

Terima kasih telah membenciku..., 
Sejak lama kebencian itu engkau simpan dalam - dalam, dan kini telah tiba waktunya untuk melemparkannya ke wajahku..., dan siang tadi tlah kau lakukannya dengan baik [pukul 11.38 wib ].

Hari yang selama ini kau nantikan pun akhirnya tiba, sengaja kau runcingkan permasalahan sejak semalam, aku tlah menduga sebelumnya, namun jujur aku sangat terkejut dengan apa yang engkau perankan hari ini..

Aku sedikit lega, berusaha tuk ikhlaskan semuanya, sekalipun kesedihan ku sejak tadi tak mudah aku tutupi dan ku hindari....

Setidaknya aku bahagia sebab paling tidak aku tak akan lagi bisa melukai hatimu karena kita tlah saling meninggalkan...

Tak perlu lagi mengingat - ingat semuanya, karena segalanya telah berakhir, 
Dan kesemuanya ini adalah inginmu bukan....?

Terima kasih untuk segalanya..., untuk rasa benci yang baru saja tercipta.., bencilah...., bencilah aku sepenuh hati dan sedalam jiwamu...

Tak perlu lagi mengingatku, karena aku adalah kelam...

Kini , kau boleh tersenyum bahagia...

Kan ku coba tuk mengubur masa lalu dan waktu yang tersia - siakan...
Aku tidk akan membencimu, karena membencimu adalah sebuah penderitaan buatku...

Tenanglah...., aku tak akan menginjak sepatah rantingpun sampai ada kabar terbaik dalam hidupmu..., Agar engkau mampu melanjutkan mimpi - mipi kehidupanmu...
Tanpa ada yang memaksamu tuk terjaga pagi esok...

Biarlah semua berlalu, biarkan segalanya berakhir terurai oleh masa penuh bahagia....
 Kisah tentang kita, tentang cerita kita....

 Dan biarlah semuanya hilang sejalan dengan bergulirnya sang waktu, 
Sesungguhnya tak terlalu indah, namun buatku penuh arti..., dan tak semudah itu aku mampu melupakannya.

Biarlah semuanya ini menjadi catatan dalam lembar - lembar perjalanan hidupku.

Jakarta, kamis 23 Feb 2012

Abie Sabiella












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar