Jumat, 24 Februari 2012

¸.•*♥♥ ANTARA CINTA DAN BENCI ♥♥`*•.¸




“...dan bisa jadi kamu benci sesuatu padahal dia baik untukmu, dan bisa jadi kamu cinta sesuatu padahal dia buruk bagimu.” (Q.S. Al Baqarah : 216)

Sahabat ku yang di cintai Allah…
Pernah kan denger pepatah bahwa, "batas antara cinta dan benci hanyalah setipis rambut.”

Benarkah demikian? Bagaimana dengan bukti ilmiahnya?
Semir Zeki dan John Romaya, peneliti dari University College London, telah membuat peta sirkuit syaraf otak orang-orang yang terlibat cinta.

Mereka berdua meneliti 17 orang yang sedang membenci seseorang, sebagian besar dari orang yang dibenci tersebut adalah orang yang pernah dicintai. Kepada masing-masing responden ditunjukkan foto orang yang dibenci selama 16 detik dan pada saat yang bersamaan alat scanner memetakan aktifitas  otak mereka.

Hasilnya menunjukkan adanya dua wilayah (sektor) otak yang sama-sama aktif ketika ada rangsangan emosi benci maupun cinta. Dua sektor tersebut dinamakan Putamen dan Insular Cortex.

Putamen berfungsi mempersiapkan gerakan tubuh sehingga bisa menjadi aktif saat bersiap membela orang yang dicintai atau bersiap menyerang orang yang dibenci. Sedangkan insular cortex berhubungan dengan perasaan tertekan seperti rasa cemburu. Selain itu, ditemukan pula fakta bahwa frontal cortex (sektor yang berhubungan dengan kegiatan pertimbangan dan alasan) bekerja kurang aktif ketika berhadapan dengan orang yang dicintai. Ini mengakibatkan daya kritis berkurang pada mereka yang jatuh cinta. Sebaliknya, sektor ini tetap aktif ketika berhadapan dengan orang yang dibenci.

Zeki dan Romaya mendapati bahwa aktifitas otak selaras dengan tingkat kebencian atau kecintaan terhadap satu obyek. Akhirnya, Zeki pun mengusulkan agar brain scanning digunakan dalam pengadilan untuk mendeteksi apakah ada rasa benci (yang tinggi) yang dimiliki tersangka terhadap korban dalam kasus pembunuhan.

Sahabat  yang budiman…,
Kesimpulannya, sektor otak yang digunakan untuk emosi cinta dan benci adalah sama. Maka berhati-hatilah, jangan terlalu cinta pada sesuatu atau seseorang dan juga jangan terlalu benci karena hal itu sewaktu-waktu bisa berbalik. Ya jangan terlalu cinta kecuali kepada Alloh dan Rasul-Nya.  

Referensi: 
Topik diatas pernah dimuat di Percikan Iman No. 03 Th. XI Maret 2010 M/Rabiul Awal 1431 H dengan judul Antara Cinta dan Benci, penulis :Ir. H. Bambang Pranggono, MBA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar