Senin, 05 Maret 2012

Balada Cahaya dan Seorang Gadis…



Bismillah..
Gadis itu menerawang di cakrawala,
Mencoba berdialog di antara pikiran dan hati,
Senyum menjadi semakin sepi,
Di kala untaian harap seolah pergi,
Di antara buih yang ia pandang, ia melihat ke ujung samudera,
Yah, setidaknya hanya itu menjadikannya tenang untuk berapa saat.
Sesudah itu pikirannya menyerang,
Kronis…
Miris…
“Apakah semua harus seperti ini? Mengapa? Persetan dengan semuanya”
Begitulah lontaran di hatinya.
Lagi, dia pandangi biru langit
Supaya dia lihat apa ada jawabnya di sana?
Kosong.
Tak ada tanda jawaban di sana.
Dia pulang.
Berharap esok tak ada lagi pikiran yang belum ada jawabnya.
***
“Sesuatu?” lirih dia mengulang kata itu.
Dia mencoba untuk tersenyum walaupun kaku,
Sembari mengantarkan diri di bait doanya,
Di kala mendung itu semakin memburukkan semua pikirannya,
Ada cahaya yang terselip,
Matanya tersilau namun bukan menutupi cahaya itu,
Tetap dia pandang,
Tetap dia amati,
Karena baginya begitu merugi ketika cahaya itu terlewati begitu saja,
Bukankah cahaya itu yang mengungkap semua jawaban di ujung penantian?
Yah, kembali dialognya bertebaran di antara bimbang.
Tik.
Tik.
Tik.
“Aku tak ingin mengulur waktu lagi.” Lirihnya.
***
Gadis itu menatapi langit biru,
Meneropong ujung samudera,
Bermain dengan tarian ombak,
Menjengkali tiap butiran pasir,
Dan senyum terkembang di kala riang terbayang,
Hatinya berkata, “Selamat datang cahaya, kusambut dirimu dengan bismillah.”

13 Ramadhan 1432 H
12 Agustus ‘11

http://pelangitamansyahid.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar