Minggu, 03 Juni 2012

CARA KITA MENCINTA...




oleh Vania Zulaikha pada 27 April 2012 pukul 10:24 ·

Caraku mencintaimu…

aku mencintaimu dengan sangat sederhana, sesederhana saat kita berkelakar tentang lemak yang sama-sama menumpuk di perut kita. menghapuskan resahku saat kubilang tak nyaman dengan bulatnya pipiku, buncitnya perutku, dan besarnya lenganku. pastilah kau akan memelukku dan mengatakan bahwa tak ada yang tak kau suka tentang lemak-lemak yang mendiami tubuhku.lalu kau membelaiku, mengecup keningku, mesra…

aku mencintaimu dengan sederhana, seperti saat kita berebut selimut ketika dingin menyusup. memastikan bahwa aku tak bisa merebut selimut itu darimu hingga aku menyerah kalah, dan kau tersenyum dengan lembut sambil berkata bahwa selimut itu tak begitu aku butuhkan, karena lenganmu selalu menjadi yang paling aku butuhkan. lalu aku meringkuk, merebahkan kepalaku diatas dadamu yang hangat. dan kau memelukku, berharap kita bertemu di mimpi yang sama saat terlelap...

Dan aku mencintaimu sesederhana saat kau meredam setiap emosiku yang terbakar cemburu dan ragu hanya dengan satu kecup. meyakinkan ku bahwa hanyalah aku dalam hidupmu. ya, sesederhana itu…


Caramu mencintaiku…

kau mencintaiku dengan  tanpa ragu, walau kau tahu suatu saat akan kehilanganku cepat atau lambat, hanyalah hitungan waktu...

kau mencintaiku dengan keberanian yang besar untuk mengorbankan harga dirimu dimata teman-temanmu dan teman-temanku, hanya untuk berkata bahwa kau mencintaiku dan meneriakkannya kepada seluruh dunia…

kau mencintaiku dengan segala resiko yang kita sama-sama tahu, bahwa kenyataan akan membawa kita pada sebuah perpisahan, namun kau semakin mengencangkan pelukan. hingga kemudian, tibalah waktunya kau pasrah, akan keadaan. saat kubilang ini takkan mudah, kau coba yakinkan kembali bahwa rasa itu akan tetap ada, cinta itu akan selamanya ada, untukku…

kau mencintaiku dengan segala keadaan yang menyiksa namun kau tutupi dengan tawa dan canda, berharap semua akan baik-baik saja dikemudian…

Dan kau pun mencintaiku dengan kalimat-kalimat yang membuatku semakin tak mudah melepasmu, “setidaknya kita pernah memaksa untuk bertahan, inilah cara kita mengerti arti setia. dan kita masih punya doa sebagai senjata, saat semua terasa tidaklah mungkin untuk dipertahankan.”

inilah kamu, inilah aku. itulah cara kita saling mencinta. aku harap semua tak pernah sia-sia. aku mencintaimu dengan semua kesederhanaan tentangmu, kau mencintaiku dengan semua pengorbanan untukku…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar