Sabtu, 11 Mei 2013

From Failure To Hikmah (self talk & partnership Metode)




Sahabat, tak ada satu pun manusia yang menginginkan kegagalan, semua ingin sebaliknya. Tapi tak satupun manusia dapat menolak kegagalan, sebab ia hadir dalam setiap milio kehidupan. Kegagalan adalah ukuran-ukuran yang tak pernah baku takarannya. Setiap orang berbeda. Setiap zaman berbeda. Setiap tempat berbeda. Karenanya kegagalan selalu memilki makna yang berbeda…

Tak selamanya individu selalu baik dan benar tanpa membuat kesalahan, tanpa pernah mengalami kegagalan. Ada kalanya, individu berbuat salah atau keliru bersikap yang membuatnya terpuruk pada suatu keadaan dan akhirnya gagal dalam sebuah pencapaian.

 Jika individu mulai merasa terpuruk, waktunya menyemangati diri sendiri dengan mencoba  tehnik self talk . Inilah yang dilakukan banyak motivator muda dan aku pun mulai mencobanya melakukan seperti mereka  ketika aku down.

Ber-doa itu pasti, ketika kita sedang di rundung penderitaan cendrung lembaran – lembaran doa yang hendak kita munajadkan ke hadapan-Nya lebih banyak di banding saat kita sedang Happy.
Di samping doa, self talk menjadi  sebuah alternative untuk  mengatasi keterpurukan, namun kadangkala, berbicara kepada diri sendiri tak memberikan hasil positif. Tak sedikit orang yang justru menyalahkan diri sendiri, dan menambahkan beban diri saat kondisinya terpuruk. Untuk mengatasi hal  ini, kita tidak cukup hanya berbicara kepada diri sendiri saja tapi yang di maksud adalah berbicaralah dengan diri sendiri secara positif. Caranya, ganti kualitas pertanyaan kepada diri sendiri.

"Jangan tanya mengapa musibah ini terjadi, karena pertanyaan ini hanya akan memojokkan diri sendiri. Ganti pertanyaan ini dengan apa pelajaran positif yang bisa didapatkan dari musibah ini. Jangan pernah menanyakan mengapa, tetapi fokuslah pada pertanyaan (hikmah) , ada apa dari setiap masalah atau keterpurukan yang kita alami…”

Selanjutnya, mulailah melakukan sesuatu untuk memutus jeda saat mengalami keterpurukan. Tetaplah bergerak, berpikir dan memutuskan dengan cepat. "sebenarnya Jeda akan membuat diri semakin down,"namun meski begitu, bukan lantas bergerak cepat membuatmu (terkesan) terburu-buru mengambil langkah. Sehebat apapun kita, kita butuh seorang Penasehat, Supporter, atau minimal sahabat dekat sebagai teman bicara yang bisa kita jadikan sebagai control pergerakan kita agar tarus terarah. Jangankan aku, orang sukses saja punya orang kepercayaan atau mentor sebagai tempat meminta pertimbangan atau second opinion. Inilah gunanya partner dan setiap orang harus punya partner, tak terkecuali aku…

Self talk dan memiliki partner tempat berdiskusi, keseimbangan inilah yang membuat seseorang mampu bangkit dari keterpurukan, dari kegagalan atau memulihkan diri setelah melakukan kesalahan…

“Lupakan tentang konsekuensi dari kegagalan. Kegagalan hanya perubahan arah sementara untuk mengarahkan anda lurus ke arah kesuksesan anda” (Denis Waitley)

Kegagalan yang menyebabkan kita tahu penyebabnya adalah hikmah…
Kegagalan yang mengingatkan kita pada keterbatasan diri adalah hikmah…
Kegagalan yang menyadarkan kita tentang kerendahan hati adalah hikmah…
Kegagalan yang menuntun kita pada jalan kesuksesan adalah hikmah…
Kegagalan yang menyelamatkan kita dari keterlanjuran adalah hikmah…
Kegagalan yang mengingatkan kita pada Robbul Izzati,  adalah hikmah…, dan,
Dibalik kegagalan, selalu ada hikmah…

“Beda antara orang – orang sukses dan orang – orang lainnya bukan pada kurangnya kekuatan, juga bukan pada kurangnya pengetahuan tapi dari kurangnya kemauan” (Vince Lombardi)

Semoga aku dan kalian semua menjadi orang – orang yang pernah GAGAL namun mampu bangkit kembali, BUKAN orang – orang yang TAK pernah GAGAL karena tak pernah MENCOBA…

اللهم يسّر و لا تعسر

Tebet City, 11 Mei 2013
Abie Sabiella

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar