Rabu, 15 Mei 2013

Aku dan segelas kopi malam-ku





Taukah engkau,

aku masih seperti yang dulu,


Dulu…,

Ketika ku ikhlaskan hatiku tuk kau cintai…

Seperti itulah keadaanku, aku masih seperti yang dulu,

Sosok laki – laki yang meneguk kopi dengan air mata,

Di tengah malam yang dingin gulita…


Tapi,
Kini aku amat membenci rasa itu,

Sebuah kecemasan yang mulai menghuni kepala,

Kekhawatiran padamu-pada sebuah ketiadaan rengkuh lengan dan hadir wajahmu,

Jangan cintai aku…
Karena semua hanya kesia-siaan

Dan kita sudah tau bagaimana akhir dari sebuah episode rahasia ini...


Jalinan ini seperti pisau bermata dua,

Dari sisi mana kita pegang, akan membuat kita terluka…


Kita bukanlah sepasang remaja yang saling jatuh cinta,

Kita hanya sepasang tangan lemah yang sedang saling mengaitkan harapan,


Jadi,

walau se-erat apapun  kita mencoba tuk saling menggenggam,

Rasanya amat berat tuk mungkin di satukan...

Maka, Lupakan…!!!


Ketahuilah,

Rinduku hanya pada segelas kopi yang telah di dinginkan udara malam ini…


Tebet City, 15 Mei 2013
Abie's

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar