Senin, 08 September 2014

"Kemana engkau mengadu...?"




Ada seseorang yang mengadukan kesusahannya kepada salah seorang sahabatnya. Kemudian si sahabat ini pun berkata;

"Wahai engkau, demi Allah engkau tidak lebih dari mengadukan Dzat yang menyayangimu kepada manusia yang tidak menyayangimu."(Al Fawaid hal. 114).

Dalam perjalanan seorang hamba tak selamanya berjalan mulus tanpa adanya hambatan hidup, tak jarang cobaan kehidupan menerpa kita.

Dada pun sesak terhimpit berbagai persoalan hidup,

Hati pilu di rundung kepedihan, jiwa meradang, dan linangan air mata pun jatuh..

Sahabat,
Seringnya berulang kali kita lupa...

Yaa..., lupa...
Lupa akan janji Allah yang datang bersama musibah yang kita alami.

Barangkali Allah ingin menghapus dosa-dosa kita.

Atau,
Bahkan sangat boleh jadi Allah ingin mengangkat derajat kita...

Sementara kita mengadukan Allah kepada manusia, Mengeluhkan kesusahan dan kepedihan kita...

Padahal jika ia mengenal Rabbnya, maka selayaknya ia hanya mengadu kepada Allah.

Ya, hanya kepada Allah...!

Karena Dia Maha kasih dan Maha sayang kepada hambaNya..

Sedangkan manusia lemah, andaipun ia merasa iba, ia pun tak mampu berbuat apa apa...

Mungkin,
Hanya do'a yang terucap,
Hanya untaian kata penyemangat sebagai pelipur lara...

Selebihnya..???

Sahabat,
Lihatlah untaian kata indah Nabi Ya’qub saat dalam kesedihan dalam musibah,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُوْ بثّيْ وَ حُزْنِيْ إِلَى اللهِ


“Dia (Ya’qub) berkata: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf: 86)

Jakarta, 7 sep 2014

~abie sabiella~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar