Kamis, 09 Oktober 2014

Tip Berangkat Haji DASSSSYAAT...!!!




Anda ingin sekali berangkat pergi haji..
Sementara biayanya belum terbayangkan oleh anda.
Yang lebih menarik lagi, di Negeri ini banyak kejadian - kejadian unik seputar masalah sebab seseorang pergi Haji.

Kita pernah dengar ada tukang bubur naik haji, kita juga lihat tukang pungut barang bekas berangkat haji, terakhir ada tukang becak berangkat haji dan tukang urut bayi yang berangkat Haji...


Allahu Akbar...


Sungguh, Allah akan mudahkan hamba - hambanya yang rindu dan sangat ingin mengunjungi rumah-Nya (Baitullah), dan dengan cara-Nya pula para hamba itu satu persatu DIA panggil.


Sungguh sebuah kebahagiaan yang tak terhingga manakala kita di daulat untuk menjadi tamu Allah, jangankan tamu Allah, kita menjadi tamu raja atau para pejabat tinggi di sebuah negeri saja kita sudah sangat bahagia dan merasa terhormat, apalagi di undang oleh Raja di Raja, yang menciptakan para Raja - Raja itu, tentu luar biasa nikmatnya karunia ini.


Ada cara yang mungkin tak masuk akal, namun justru inilah yang sudah berkali - kali di buktikan oleh para hamba - hamba yang telah terlaksana mimpi indahnya itu, mengunjungi Baitullah makkah al mukaramah dan kota Nabi Madinah al munawarah.


Ada langkah - langkah kongkret yang wajib anda tempuh sebagai bukti kesungguhan anda ingin berkunjung ke Baitullah, baik Umrah terlebih Haji.


Pertama, adalah Niat, segala sesuatu bergantung pada niatnya. 

Sebagaimana sabda Nabi Shalallahualaihi wassalam;
 
ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ


Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Kuatkan niat anda untuk menunaikan Ibadah Haji dan jaga niat itu sehingga menguatkan keyakinan anda bahwa anda pasti berangkat Haji.


kedua, langkah kongkret setelah niat adalah, melakukan upaya yang berhubungan dengan bekal haji, dalam hal ini soal financial. Pergilah anda ke bank, kemudian buka rekening, akadkan bahwa dana ini hanya untuk Haji, yaa hanya untuk kepentingan pergi Haji.


Ketiga, Berdoa..., 

Ya Allah...
Hamba ingin sekali berkunjung ke rumah-MU,
Hamba ingin menunaikan Ibadah Haji, 
Hamba ingin Mabit di Mina,
hamba ingin wukuf di Arofah, 
hamba ingin mabit di Muzdalifa, dan melontar jamroh ula, wustha dan aqobah.

Ya Robb...

Hamba ingin berlama - lama bersujud di ka'bah-Mu,
Hamba ingin berdoa di Multazam-Mu,
Hamba ingin tawaf, sa'i dan bermunajad setiap saat di tempat yang Engkau ijabah itu.

Ya Rahman...

Hamba ingin berziarah ke kota Nabi-Mu, kota yang konon sangat menyenangkan dan menentramkan hati, hamba ingin kesana ya Robbi...

Ya Razzaq...

Kesungguhan hamba  telah hamba buktikan,
hamba kumpulkan uang, walau hanya sedikit sisa kebutuhan hamba dan keluarga hamba,
Engkau tambahi ya Robb...
hamba tidak tahu darimana harus menambahkannya, yang hamba tahu Engkau Maha kaya...

Ya Allah,

Ya Robbul Izzah...
Hamba serahkan ini semua kepada-Mu,
Tamu-Mu adalah orang - orang yang Kau kehendaki, dan hamba berharap, hamba ada di barisan orang - orang yang Engkau panggil untuk Kau jadikan tamu Istimewa-Mu di bulan Haji mendatang.

Jiwa ini telah terbelasah oleh beratnya rindu. rindu di banggakan oleh-Mu di padang Arafah, di sembilang Dzulhijjah.


Dan, yang ke empat adalah, kerja keras. Jadikan motivasi haji ini menjadi spirit dalam aktifitas anda sehingga anda selalu bersemangat dalam mencari mukafa'ah, dan dengan izin-Nya seiring dengan berjalannya waktu anda akan menjadi orang - orang yang Allah mampukan untuk pergi menunaikan ibadah Haji. Insya Allah...


Dan sesungguhnya Haji ataupun umrah dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran serta menghapus dosa - dosa.


Maka berniat sangat, ingin menunaikan Ibadah Haji adalah sebuah amalan yang luar biasa Agungnya, anda akan di hindarkan dari kemiskinan dan sekaligus di ampunkan dosa - dosa dan anda di masukan ke surga.


Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Dalam hadits lain, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)


Ibadah mulia ini pun dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat baik tatkala beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup atau pun ketika sudah tiada. Ini pun menunjukkan kemuliaan ibadah tersebut.


Mari, mulai sekarang lebih giat lagi, lebih bersungguh - sungguh lagi untuk mempersiapkan perjalanan yang sangat teridamkan itu, berziarah ke tanah haram, berumrah ataupun berhaji.


Demikian tip singkat ini, semoga bermanfaat untuk anda yang belum berhaji dan bagi yang sudah berhaji akan lebih giat lagi untuk bisa ke Baitullah kembali dengan ber-Umrah ataupun berhaji kembali.


Semoga niat kita di dengar dan di Ijabah Allah tabaraka wata'ala...


14 Dzulhijjah 1435 H


~Abie Sabiella~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar