Minggu, 17 Juni 2012

Ketika Nasehat di Tolak...:(




Kenapa kamu yang marah..!!!
Toh aku yang ngejalanin kok,  lagian itu keinginan orang tuaku, masya’ iya aku harus menentangnya…

Sepenggal sanggahan dari seorang hamba Allah setelah mendapat kririkan dari sahabatnya, yang ternyata nasehatnya di tolak…

Ternyata tidak semua nasehat bisa di terima, bukan hanya orang – orang awam ( Badui gunung ) yang menolak pesan – pesan Ilahiyah namun orang – orang yang di anggap mengerti banyak hal dan tinggal di perkotaan pun bisa sangat mungkin menolak sebuah nasehat, bahkan alasannya (pembelaannya) di buat – buat se-ilmiah mungkin supaya kesalahannya dapat terlindungi dengan argument itu.

Teringat sebuah hadits Nabi yang termuat dalam bab Al-kibru (kesombongan),

Nabi telah menjelaskan Al-kibru (kesombongan) itu adalah: 

الْكِبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Menolak kebenaran dan merendahkan manusia”.
Adapun batharul haq artinya mengingkari kebenaran dan menolaknya. Sedang ghomthunaas artinya meremehkan mereka (manusia).

Semoga kita terhindar dari virus yang sangat membahayakan ini, dimana siapapun yang terinveksi virus ini akan mengalami penderitaan yang panjang dan penyesalan yang abadi, karena syurga mengharamkan dirinya.

Dari Abdullah Bin Mas’ud radhiayallahu’anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

وعن عبداللّه بن مسعودرضى اللّه عنه عن النّبىّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال : لايدخل الجنّةمن كان فى قلبه مثقال ذرّةمن كبر ، فقال رجل : انّ الرّجل يحبّ ان يكون ثوبه حسناونعله حسنة ، قال : انّ اللّه جميل يحبّ الجمال . الكبر : بطرالحقّ وغمط النّاس (رواه مسلم)٠

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)


Ketahuilah, sesungguhnya agama itu Nasehat, Rasulullah Shalallahualaihi wassalam bersabda:

’’Agama itu nasihat, kami (para sahabat) menjawab, bagi siapa, ya Rasul?’’ Maka Beliau Shalallahualaihi wassalam bersabda,’’ Bagi Allah, rasul-Nya, pemimpin umat Islam dan setiap orang Islam,’’ (HRMuslim).

Dan kita ketahui bersama di dalam al qur’an pun telah di jelaskan pada surat Al 'Ashr bahwasannya kita di anjurkan untuk saling mengingatkan serta saling memberi nasehat. Karena dengan saling member nasehat dan mengingatkan, aku berharap, kita semua tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi. Sebagaimana penjelasan Al Qur’an berikut ;

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. 103. 2-3).

Sahabat…

Sebagai sesama muslim yang terikat dalam tali persaudaraan yang kuat dalam iman dan Islam, kita juga sudah semestinya untuk saling mengingatkan agar kita terus-menerus mencari kebenaran dalam ber-Islam, kapan-pun dan di mana-pun.


Para pendahulu kita ( ulama salaf ) tidak sedikit di antara mereka sangat senang jika di ingatkan akan sebuah kekeliruan yang mereka lakukan, karena mereka merasa di selamatkan dari kekeliruannya itu, berbeda dengan orang - orang zaman sekarang, ketika di ingatkan justru membantahnya dan merasa tidak bersalah bahkan bangga atas apa yang mereka lakukan, Naudzubillah min dzalik...

Betapa kebenaran itu harus kita cari / kita terima dari mana-pun / dari siapapun, Apalagi jika berasal dari saudaramu sesama muslim. Karena sesungguhnya kebenaran itu adalah milik Allah. 

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan dengannya maka akan memberikan kepadanya pemahaman dalam agama Islam”. (Muttafaq 'Alaih)

Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).Qs. al Baqarah : 269.

Smoga Bermanfaat…

Abie Sabiella

Senja di jakarta, 17 Juni 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar